Usmandy Meyakini, Program Pendidikan Pasangan Jarot-Yosep Resep Menuju Sintang Cerdas

Anggota DPRD Kalbar, Dapil 7 dari Fraksi Golkar, H Usmandy S, MSi. (Foto Ist)

SINTANG, insidepontianak.com – Anggota DPRD Kalbar dari Fraksi Golkar, Usmandy meyakini bahwa, program dan visi-misi pasangan calon kepala daerah (Cakada) Bupati dan Wakil Bupati Sintang, Jarot Winarno dan Yosep Sudiyanto, merupakan resep menuju Kabupaten Sintang yang cerdas.

Usmandy menilai, program pasangan itu merupakan masalah krusial yang ada saat ini, yaitu, nomor urut satu. Yaitu, “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Sintang yang Cerdas, Sehat, Maju, Religius, dan Sejahtera didukung Penerapan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Dan Bersih pada Tahun 2026.”

Bacaan Lainnya

View this post on Instagram

Jarot Winarno percaya demokrasi di Kalbar, perlahan tumbuh baik. Ia sendiri telah membuktikan. Bisa terpilih jadi Bupati Sintang. Padahal bukan putra asli Bumi Senentang. Fakta itu menjadi jawaban. Isu politik identitas tak melulu ampuh menjegal. Pekan lalu, kami berkesempatan bertemu dengan Bupati Sintang kelahiran Klaten, 22 Januari 1960 itu, di sebuah warung makan di Jalan Purnama, Pontianak Selatan. Bupati Jarot datang lebih dulu. Memilih duduk di meja bundar, paling besar. Bupati lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu rendah hati. Jenaka. Rock and roll. Pencinta olahraga. Khususnya bola. Fans fanatik Manchester United. Baca selengkapnya di insidepontianak.com atau klik tautan di bio @insidepontianakcom. #insidepontianak #pontianak #kalbar #beritapontianak #beritakalbar

A post shared by insidepontianakcom (@insidepontianakcom) on

Anggota Komisi 3 DPRD Kalbar ini menilai, indikator keberhasilan suatu daerah salah satunya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ia menjelaskan, terdapat tiga bidang yang menjadi perhitungan dalam menetapkan nilai IPM. Yaitu, bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Bidang kesehatan dinilai dari umur harapan hidup. Bidang pendidikan dinilai dari harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah, sedangkan untuk ekonomi dinilai dari rata-rata pengeluaran perkapita.

“Nilai IPM Kabupaten Sintang juga meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2019 memiliki nilai 66,70,” kata Usmandy kepada Insidepontianak.com, Rabu (30/9/2020).

Permasalahan dalam meningkatkan pembangunan di Kabupaten Sintang cukup kompleks, seperti masih tingginya angka putus sekolah pada bidanng pendidikan, yang disertai masih banyaknya sarana dan prasarana pendidikan yang masih harus ditingkatkan.

Usmandy menilai, masalah yang begitu komplek, harus terus dilakukan pembenahan dan perbaikan. Karenanya, melalui pendidikan yang baik dan berkesinambungan, bakal dihasilkan generasi atau masyarakat yang cerdas. Yaitu, masyarakat memiliki keunggulan intelektual yang berdaya saing tinggi, berperadaban, professional, serta berwawasan kedepan yang luas.

“Sehingga mau dan mampu berperan secara optimal dalam kehidupan social,” kata Anggota Dewan Kalbar, Dapil 7, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu tersebut.

Usmandy menegaskan, beberapa indikator kinerja kunci yang digunakan sebagai ukuran tercapainya tingkat kecerdasan masyarakat Kabupaten Sintang, untuk kurun waktu 2022-2026, rata-rata lama sekolah, tingkat partisipasi sekolah, dan pembangunan sarana prasarana pendidikan.

Usmandy yakin, masyarakat Kabupaten Sintang yang cerdas, akan dicapai melalui berbagai upaya yang difokuskan pada, pertama, peningkatan pembangunan prasarana dan sarana pendidikan. Kedua, peningkatan akses pendidikan terhadap masyarakat di daerah terpencil dan perbatasan. Ketiga, peningkatan mutu pendidikan dan tenaga pendidikan.

“Semua itu bisa dilakukan dengan orang yang sudah paham dengan tata laksana pembangunan, dan punya komitmen menyejahterakan warga. Jawabannya, tentu ada pada pasangan Jarot Winarno dan Yosep Sudiyanto,” kata Usmandy. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *