Kronologi Pohon Tumbang Tewaskan Empat Petani di Sadaniang, Polisi: Mereka Sedang Nugal Padi

BERKUMPUL - Warga Desa Ansiap berkumpul di balai desa tempat empat jenazah petani yang tertimpa pohon disemayamkan sebelum dimakamkan, Kamis (1/10/2020) malam. HUMAS POLRES MEMPAWAH

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Polisi mengungkap kronologi kejadian nahas di Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalbar yang menewaskan empat orang petani akibat tertimpa sebatang pohon, Kamis (1/10/2020).

Kapolres melalui, Paur Humas Polres Mempawah, Bripka Susworo mengatakan, kejadian berawal ketika puluhan orang warga Desa Ansiap yang tergabung dalam Kelompok Tani Kuranyi Batu hendak pergi menugal benih di ladang kawasan Hutan Udas Sekek, Dusun Tikalong, Desa Ansiap.

Bacaan Lainnya

Untuk diketahui, nugal atau menugal adalah aktivitas bercocok tanam pada lahan kering di kawasan perbukitan di Kalimantan Barat. Nugal secara spesifik diartikan menabur benih di ladang oleh sekelompok petani.

“Mereka berjumlah sekitar 24 orang. Sekira pukul 07.00 pagi WIB mereka semua berangkat ke ladang milik salah satu warga. Satu jam kemudian yakni sekira pukul 08.00 rombongan kelompok tani tersebut sampai di lokasi,” kata Paur Humas, Bripka Susworo.

Dia melanjutkan, sesampainya di sana, mereka langsung bekerja dan pada pukul 12.00 beristirahat untuk makan siang. Pekerjaan kemudian dilanjutkan pukul 13.00.

“Sekira pukul 14.00 turun hujan deras disertai angin kencang. Mereka kemudian membuat dua pondok untuk berteduh beratapkan terpal. Jarak antara keduanya sekitar 5 meter,” katanya.

Tenda pertama diisi sekitar 20an orang termasuk di dalamnya para korban, dan tenda kedua berisi empat orang.

“Mereka duduk berhadap-hadapan, saat angin kencang tiba-tiba sebatang pohon Melaban yang sudah mati dan rapuh tumbang menimpa tenda pertama yang berisi 20an orang tadi,” katanya.

Dia mengatakan, tumbangnya pohon Melaban tersebut menyebabkan empat orang meninggal dunia. Tiga diantaranya meninggal di tempat, dan satu diantara meninggal saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Sadaniang.

Korban meninggal terdiri dari satu laki-laki dan tiga perempuan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *