Ramli Rama Sebut Perusahaan Sawit di Kalbar Tak Beri Kesejahteraan Masyarakat

  • Bagikan
Anggota DPRD Kalbar, Ramli Rama.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalbar, Ramli Rama menyebut kehadiran perusahaan swasta perkebunan sawit di Kalbar, tak memberi dampak besar dalam menyejahterakan masyarakat. Justru yang muncul hanya konflik dengan masyarakat.

Hal itu terjadi akibat tidak komitmennya perusahaan dalam pembagian lahan kepada petani. Akibatnya, tak sedikit lahan sawit yang harusnya dinikmati petani telantar dan tak produktif.

“Harusnya perusahan perkebunan sawit yang bermitra dengan masyarakat itu bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat. Tapi, kenyataanya berbeda,” sesalnya, Jumat (2/10/2020).

Menurut politisi PDI Perjuangan Dapil Landak tersebut, perjanjian pembagian lahan oleh perusahaan kepada petani plasma, acapkali hanya janji di saat pembukaan lahan dimulai.

“Dijanjikan masyarakat sekian tahun dibagi. Tapi kenyataan tidak,” katanya.

Sebab itu, Ramli meminta pemerintah melakukan evaluasi. Agar kehadiran perusahaan perkebunan di Kalbar benar-benar bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang hidup di sekitar wilayah perkebunan.

“Pembagian lahan plasma kepada masyarakat harus benar-benar dilaksanakan perusahaan,” pesannya.

Saat ini, harga tandan buah sawit (TBS) sudah semakin membaik. Per kilo, sudah mencapai Rp1.800. Mestinya kata Ramli, dengan harga itu, ekonomi petani sawit bisa membaik.

“Tapi kenyataanya tidak. Sebab, banyak sawit masyarakat yang telantar akibat ketidakjelasan pembagian lahan tersebut,” ucapnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: