Melihat Pohon ‘Maut’ Perenggut Empat Nyawa Petani Sadaniang

OLAH TKP - Polres Mempawah melakukan olah TKP dalam peristiwa pohon tumbang di Desa Ansiap yang menewaskan empat petani setempat, Jumat (2/10/2020). DOK POLRES MEMPAWAH

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Sebatang pohon Melaban sepanjang 30 meter dengan diameter 30 sentimeter gelimpang dengan dikelilingi garis polisi. Pohon gundul tanpa daun ini jadi ‘tersangka’ sore nahas yang merenggut empat nyawa petani di Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kalbar, Kamis (1/10/2020).

Mereka yang jadi korban adalah Matius Nomi (44), Agustina (21), Missia Eli Alina (46), dan Krismonika (25).

Bacaan Lainnya

Pohon sewarna hijau lumut itu sudah mati dan lapuk. Dahan-dahannya tidak ada. Bagian pangkalnya patah ditiup angin kencang Kamis lalu, dan menimpa pondok terpal tempat para korban berteduh. Mereka yang tengah nugal padi, jadi kalang kabut.

Saat tumbang, bagian tengahnya patah menghempas tanah.

“Polisi sudah melakukan olah TKP di lapangan guna memastikan pohon yang menimpa warga tersebut, keterangan lebih lanjut akan kita kabari,” kata Paur Humas Polres Mempawah, Bripka Susworo, Sabtu (3/10/2020).

Para korban meninggal dunia sudah dikebumikan di pemakaman desa. Masyarakat setempat juga melaksanakan ritual adat sesuai dengan budaya yang biasa dilakukan di Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang.

Kamis itu, 24 petani nugal padi atau menanam benih di kebun yang jaraknya butuh waktu satu jam perjalanan dari desa. Mereka berangkat pukul 07.00 WIB. Usai makan siang, ketika pekerjaan baru sejam berjalan, hujan deras turun. Angin kencang pun bikin ngeri.

Para petani lantas membuat dua pondok untuk berteduh beratapkan terpal. Jarak antara keduanya sekitar lima meter. Tenda pertama diisi sekitar 20an orang termasuk di dalamnya para korban, dan tenda kedua berisi empat orang.

DIMAKAMKAN – Empat petani korban pohon tumbang di Desa Ansiap telah dimakamkan di pemakaman desa setempat, Jumat (2/10/2020). DOK POLRES MEMPAWAH

“Mereka duduk berhadap-hadapan, saat angin kencang tiba-tiba sebatang pohon Melaban yang sudah mati dan rapuh tumbang menimpa tenda pertama yang berisi 20an orang tadi,” cerita Bripka Susworo.

Empat petani meninggal dalam kejadian yang berlangsung cepat itu. Tiga diantaranya meninggal di tempat, dan satu meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas Sadaniang. Korban meninggal terdiri dari satu laki-laki dan tiga perempuan.

Pascaperistiwa, keluarga korban mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah, Jumat (2/10/2020). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi.

“Bantuan yang kita berikan berupa beras 70 kilogram, mi instan 70 dus, gula pasir 14 kilogram, dan makanan siap saji sebanyak 14 sachet,” kata Muhammad Pagi.

Bantuan diperuntukkan untuk tujuh kepala keluarga yang sanak familinya menjadi korban pohon tumbang. Dia juga mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Saya turut berdukacita atas musibah kecelakaan kerja ini. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban mereka,” katanya.

Muhammad Pagi mengatakan akan menyampaikan ke Bupati agar para korban mendapatkan bantuan tali asih atau santunan dan bantuan biaya pemakaman.

“Saya akan sampaikan ke Bupati agar memberikan tali asih dan bantuan biaya pemakaman. Namun saya minta sabar dulu karena itu butuh proses sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *