Pilkada Sintang, Florentinus Anum Ungkap Sejumlah Tantangan

PIMPIN - Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sintang, Florentinus Anum saat memimpin rapat koordinasi di Balai Praja, Kantor Bupati Sintang, Selasa (6/10/2020). PROKOPIM SINTANG

SINTANG, insipontianak.com – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sintang, Florentinus Anum menerangkan Pilkada Sintang 2020 memiliki sejumlah tantangan. Selain pandemi Covid-19, banjir yang mengepung sejumlah kecamatan jadi perhatian.

“Kedua hal ini yang menjadi permasalahan dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2020, selain itu juga, kondisi geografis dengan infrastruktur jalan yang belum baik, masyarakat yang heterogen, dan jaringan komunikasi masih belum maksimal di daerah 3T,” katanya saat rapat koordinasi di Balai Praja, Kantor Bupati Sintang, Selasa (6/10/2020).

Bacaan Lainnya

Atas tantangan itu, antisipasi telah dilakukan. Sudah dibentuk Desk Pilkada pada Juni 2020 yang berguna untuk mendapatkan informasi akurat dalam penyelenggaraan setiap tahapan Pilkada, mempermudah pengawasan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan. Tim ini juga memfasilitasi penyiapan DP4 seakurat mungkin.

Termasuk sosialisasi Pilkada, koordinasi dengan pihak keamanan serta memetakan potensi konflik, serta menjaga dan melaksanakan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sintang.

Florentinus Anum memastikan Pemkab menjamin ketersediaan anggaran, menjaga stabilitas politik dan keamanan, menjaga netralitas ASN, memberikan data penduduk potensial pemilihan kepada KPU, serta mendukung penyelenggaraan Pemilu dalam setiap tahapan Pilkada 2020 dengan menggunakan protokol kesehatan Covid-19.

Sementara itu, Ketua KPU Sintang, Hazizah menjelaskan bahwa Pilkada Serentak tahun 2020 dalam kondisi pandemi, harus kampanye dengan metode daring.

“Sesuai dengan Peraturan KPU No.13 tahun 2020, menegaskan bahwa Metode Kampanye Pemilihan Serentak tahun 2020 melalui pertemuan terbatas dan pertemuan tatap muka serta dialog itu diutamakan melalui metode dalam jaringan (daring) atau melalui media sosial,” jelas Hazizah.

Akan tetapi, jika tidak bisa melalui jaringan maka harus mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19. Pelaksanaan di ruangan tertutup dengan peserta maksimal 50 orang, menjaga jarak, menggunakan masker, menyediakan sanitasi yang baik, serta mematuhi ketentuan status penanganan Covid-19.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *