Roberta Ika Banding Vonis Korupsi Bansus Bengkayang, Basuni Belum Tentukan Sikap

SIDANG - Terdakwa kasus korupsi bansus Bengkayang, Benediktus Basuni menjalani sidang lanjutan kasus tersebut secara telekonference, Kamis (1/10/2020). ANDI

PONTIANAK, insidepontianak.com – Berbeda dengan Roberta Ika, terdakwa korupsi Bansus Bengkayang 2017, Benediktus Basuni belum mengambil langkah hukum atas vonis hakim yang diterimanya. Dia gamang dengan putusan enam tahun penjara dan denda Rp500 juta rupiah. Sementara besok menjadi waktu terakhir dia bersikap.

“Masih menunggu kepastian keluarga,” kata kuasa hukum Benediktus Basuni, Mikael Yohanes kepada insidepontianak.com, Selasa (13/10/2020).

Bacaan Lainnya

Mikael mengatakan, saat ini pihak keluarga masih berunding. Keputusannya, akan disampaikan besok, di batas terakhir bersikap.

“Besoklah kepastian. Kan besok masih ada waktu sampai sore terakhir,” ungkapnya.

Sebelumnya dalam sidang putusan Rabu (7/10/2020), Basuni diberikan hukuman selama enam tahun penjara, dan denda Rp500 juta rupiah. Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa yang menuntutnya penjara selama delapan tahun, denda Rp1 miliar dan subsider enam bulan kurungan.

Sebelumnya dalam pledoi yang dibacakannya, Basuni mengaku menyesal telah melaksanakan Peraturan Bupati (Perbup) Bengkayang Nomor 57 tentang pemberian bantuan percepatan pembangunan desa-desa di Bengkayang. Sebagai birokrat, apa yang dilakukannya itu dalam rangka menjalankan perintah Bupati yang tertuang dalam Perbup.

Bergulirnya kasus ini sejak penyidik Ditreskrimsus Polda Kalbar menemukan banyak kejanggalan dan perbuatan melawan hukum saat pencairan anggaran bansus senilai Rp20 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi 48 desa di Kabupaten Bengkayang tahun anggaran 2017. Namun, pencairan dana baru dilakukan di akhir tahun 2017 tepatnya 31 Desember.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *