Sekolah Alam Ala Anak Karimata, Belajar di Kaki Gunung hingga Tepi Pantai

BELAJAR - Anak-anak di Kepulauan Karimata, Kayong Utara belajar di sekolah alam yang digagas Komunitas Langit Biru beberapa waktu lalu. ISTIMEWA

Anak-anak antusias mendengar penjelasan guru mereka. Diselingi angin sepoi yang meningkahi rambut. Sesuatu yang tak didapat bisa belajar di dalam kelas.

Anak-anak itu adalah para siswa di Kepulauan Karimata, Kayong Utara. Dibantu Komunitas Langit Biru, mereka belajar di alam. Cara yang membantu pemerintah di tengah kekurangan fasilitas pendidikan.

Bacaan Lainnya

“Ini menjadi problem pemerintah, bagaimana supaya anak-anak ini tidak ketinggalan pelajaran, terlebih di masa Covid-19. Maka dengan adanya prakarsa dari tim ekspedisi pariwisata dan pendidikan saudara Eko dan kawan-kawan, mereka membantu anak-anak belajar,” kata Bupati Kayong Utara, Citra Duani.

Sekolah alam yang digagas Eko Wahyudi, mengubah sedikit perfektif masyarakat. Anak-anak pun belajar dengan santai di alam terbuka.

“Sekolah alam ini sangat unik, mereka enjoy, sambil menikmati alam yang ada, mereka bisa belajar di pantai, kaki gunung, sehingga mereka lebih terbuka, kalau di kelas itukan formal. Guru–gurunya pun dibantu dengan masyarakat sini, mereka tertarik dengan gagasan sekolah alam,” tutur Citra Duani.

Citra Duani mengatakan minimnya ketersedian fasilitas sekolah dan rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, juga menjadi problem meningkatkan pendidikan di Kepulauan Karimata. Selain itu, pandemi Covid-19 juga membuat aktivitas pendidikan terhenti.

“Dalam rangka meningkatkan pariwisata di Kayong Utara, seiring melindungi lokasi okoservasi cagar alam di Karimata, maka daerah ini, daerah pulau terluar, sehingga tidak banyak mendapat sentuhan pembangunan, khususnya pendidikan. Hanya tersedia pendidikan PAUD, SD dan SMP, SMA tidak ada, harus ke Kayong Utara (Kecamatan lain),” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *