Benediktus Basuni Terima Vonis Enam Tahun Penjara Kasus Bansus Bengkayang

SIDANG - Terdakwa kasus korupsi bansus Bengkayang, Benediktus Basuni menjalani sidang lanjutan kasus tersebut secara telekonference, Kamis (1/10/2020). ANDI

PONTIANAK, insidepontianak.com – Benediktus Basuni, terdakwa kasus korupsi dana bantuan khusus (Bansus) Bengkayang tahun 2017 memastikan tak akan menempuh banding atas vonis enam tahun penjara dan denda Rp500 juta rupiah dari hakim. Kepastian ini disampaikan kuasa hukumnya, Mikael Yohanes.

“Kita tidak banding,” tegas Mikael Yohanes saat dikonfirmasi insidepontianak.com, Rabu (14/10/2020).

Bacaan Lainnya

Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan keluarga Benediktus Basuni, setelah dilakukan konsolidasi dan koordinasi.

“Kami keluarga akhirnya sepakat untuk tidak banding,” terangnya.

Sebelumnya dalam sidang putusan, Rabu (7/10/2020), Basuni divonis enam tahun penjara, dan denda Rp500 juta rupiah. Putusan ini memang lebih rendah dari tuntutan Jaksa yang menuntutnya delapan tahun penjara, denda Rp1 miliar dan subsider enam bulan kurungan.

Sebelumnya dalam pledoi, Benediktus Basuni mengaku menyesal telah melaksanakan Peraturan Bupati (Perbup) Bengkayang Nomor 57 tentang Pemberian Bantuan Percepatan Pembangunan Desa-desa di Bengkayang. Sebagai birokrat, apa yang dilakukannya itu dalam rangka menjalankan perintah Bupati yang tertuang dalam Perbup.

“Pertama saya menyesal karena mengikuti aturan Bupati dan SK Bupati berkenan dengan Pergub,” kata Basuni di depan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pontianak, dalam sidang lanjutan dengan agenda pembelaan terdakwa, Kamis (1/10/2020).

Sebagai suami dan ayah, ia mengaku bersalah atas kasus itu telah membuat mental anaknya sangat down, dan mendapatkan labelisasi koruptor.

“Anak nomor dua saya dan keempat saya sangat tertekan secara psikologis, dan nilainya jautuh,” akunya.

Benediktus Basuni menegaskan bahwa ide awal kasus bansus bersumber dari Suryadaman Gidot. Bergulirnya kasus ini sejak penyidik Ditreskrimsus Polda Kalbar menemukan banyak kejanggalan dan perbuatan melawan hukum saat pencairan anggaran bansus senilai Rp20 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi 48 desa di Kabupaten Bengkayang tahun anggaran 2017. Namun, pencairan dana baru dilakukan di akhir tahun 2017 tepatnya 31 Desember.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *