Ormawa IAIN Pontianak Tagih Janji Plt Rektor Soal Subsidi Kuota Mahasiswa

COFFEE MORNING - Pimpinan organisasi mahasiswa di IAIN Pontianak rapat permasalahan kampus, Rabu (14/10/2020).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak atas nama Organisasi Mahasiswa (Ormawa) menagih janji Plt Rektor IAIN Pontianak tentang pemberian subsidi kuota kepada mahasiswa.

Ketua Dema IAIN Pontianak, Muhammad Ali Fahmi mengatakan bahwa janji tersebut harus segera dipenuhi.

Bacaan Lainnya

“Saat ini bahasanya adalah ‘Ormawa Menagih Janji’ atas apa yang pernah dijanjikan oleh Plt Rektor. Kuota tersebut harus segera terealisasikan mengingat sudah ada fakultas yang memulai perkuliahan,” ungkap Fahmi saat menghadiri coffee morning bersama seluruh pimpinan Ormawa di warkop Upgrade, Rabu (14/10/2020).

“Saat kemarin kita turun meminta keringanan UKT, pihak kampus tidak bisa menaikan persenan UKT tapi berjanji akan memberikan subsidi kuota setiap bulannya,” lanjut Fahmi.

Fahmi meminta kepada seluruh pengurus Ormawa IAIN Pontianak untuk ikut serta memperjuangkan subsidi kuota ini.

“Saya meminta kepada seluruh pengurus Ormawa Dema Fakultas dan HMPS untuk memperjuangkan subsidi kuota ini, kami pihak DEMA institut siap bertanggung jawab,” mintanya.

Sementara itu Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Studi Agama Agama (SAA), Fikri mengungkapkan sudah banyak keluhan mahasiswa yang disampaikan kepadanya.

“Sebelum perkuliahan di mulai sudah banyak mahasiswa yang mempertanyakan tentang kuota ini, mengingat kita kuliah daring yang artinya kita tidak menggunakan fasilitas kampus,” ungkap Fikri.

Menurutnya, pemakaian kouta kuliah daring ini sangat banyak. Karena ada beberapa dosen yang menggunakan aplikasi Zoom, Google Meet dan aplikasi pertemuan lainnya yang membuat kuota terkuras.

Tuntutan ini merupakan tindak lanjut dari hasil aksi, Kamis (3/9/2020) yang memuat enam poin. Pertama, pimpinan tidak akan menaikkan persenan dikarenakan terkendala di dana PNBP dan keringanan tetap 10 persen dengan diterima verifikasi berkas yang dipermudah dan mendapat bantuan subsidi foto setiap bulan.

Kedua, verifikasi berkas pengajuan UKT tidak diberatkan dengan tetap memenuhi syarat dan dokumen pasti yang terdampak Covid-19 dan bisa dilakukan secara online terkhusus bagi mahasiswa rantau.

Ketiga, transparansi dana selama masa pandemi akan dipresentasikan dan diinformasikan ke publik. Keempat, perihal Ijazah akan dirapatkan di hari sama.

Kelima, akan ada keseragaman pengguna aplikasi kuliah daring untuk seluruh dosen (perihal ini sudah diintruksikan kepada para dekan fakultas). Keenam, pembentukan unit bimbingan konseling untuk pelayanan mahasiswa agar terangkul semua dalam menangani keluhan dan permasalahan mahasiswa. (rilis ysf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *