Dugaan Korupsi APBDes Semerangkai Sanggau Masuki Tahap 2

PERIKSA - Kejaksaan memeriksa berkas penyerahan tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi APBDes Semerangkai, Sanggau, Jumat (16/10/2020).

SANGGAU, insidepontianak.com – Dugaan korupsi APBDes Semerangkai, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau tahun anggaran 2018 sebesar Rp317.838.283 dari total APBDes Rp1.243.788.330 sudah memasuki tahap 2 di Kejaksaan Negeri Sanggau.

Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sanggau, Rans Fismy menjelaskan, ada tiga tersangka yang diduga melakukan perbuatan melawan hukum terkait pengelolaan keuangan desa.

Pertama, Ag (ASN) selaku Pj Kepala Desa Semerangkai. Dia diduga telah menikmati anggaran Rp244.314.133 dan baru dibayarkan sebesar Rp17.000.000.

Kedua, HK selaku Sekretaris Desa Semerangkai. HK diduga telah menikmati anggaran Rp43.587.575 dan telah dikembalikan seluruhnya.

Ketiga berinisial AFIS, selaku Bendahara Desa Semerangkai. AFIS diduga telah menikmati anggaran desa sebesar Rp29.936.575 dan telah dikembalikan seluruhnya.

Ketiga tersangka diduga telah melakukan tindak korupsi APBDes dalam rentan waktu bulan Juni-Desember 2018 dan membuat laporan pertanggungjawaban (LPj) yang tidak sesuai dengan realisasinya.

“Dalam kasus ini telah terjadi kerugian negara dan daerah dalam hal ini Pemkab Sanggau berdasarkan LHP dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara/daerah sebesar Rp317.838.283 yang digunakan untuk kepentingan pribadi para tersangka,” ungkapnya, Jumat (16/10/2020).

Mereka diancam pasal 2 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jp pasal 64 ayat (1) KUHPidana dan pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Saat ini terdakwa menjalani penahanan di dua lokasi berbeda, satu di Rutan klas II B Sanggau dan dua lainnya di tahanan Mapolres Sanggau,” ungkap Rans.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *