Gemawan Cetak Kader Desa Peduli Gambut lewat Sekolah Lapangan

PELATIHAN - Sebanyak 20 petani dari empat desa di Kubu Raya mengikuti pelatihan Sekolah Lapang Petani Gambut dari Lembaga Gemawan di Desa Punggur Besar, Sungai Kakap, Jumat (16/10/2020). GEMAWAN

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Lembaga Gemawan mengembangkan Sekolah Lapang Petani Gambut (SLPG) untuk mencetak kader petani dari empat Desa Peduli Gambut di Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan ini diikuti 20 petani dari Desa Punggur Besar, Desa Punggur Kecil, Desa Kuala Dua, dan Desa Teluk Kapuas.

“Peserta merupakan keterwakilan dari kelompok-kelompok tani di tingkat desa,” kata Direktur Gemawan, Laili Khairnur, di sela pelatihan 14-18 Oktober di Desa Punggur Besar, Sungai Kakap.

Bacaan Lainnya

Petani gambut akan dilatih untuk memiliki keterampilan dalam menerapkan kememimpinan dan manajemen Sekolah Lapang Gambut dari sembilan desa peduli gambut maupun di desa lainnya di Kabupaten Kubu Raya dan Kayong Utara.

“Selain itu, sekolah lapang juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi dan menyebarluaskan model-model kearifan lokal dalam pengelolaan lahan gambut, pertukaran pengetahuan dan praktek yang baik antar petani,” katanya.

Dinamisator Badan Restorasi Gambut (BRG) Provinsi Kalbar, Hermawansyah menyampaikan model penerapanan pengolahan lahan tanpa bakar dan orgnanis sangat bermanfaat bagi petani untuk meningkatkan nilai tambah bagi lahan gambut dan ekonomi masyarakat.

“Ekosistem gambut memiliki karakteristik yang unik, maka dibutuhkan penerapan yang tepat agar sesuai dengan kebutuhan lahan tersebut. Sekolah Lapang merupakan metode yang diterapkan oleh BRG untuk menjawab persoalan yang dihadapi oleh petani dalam mengolah lahan di gambut,” katanya.

Diharapkan metode pembelajaran pengolahan lahan tanpa bakar dan ramah lingkungan bisa diadopsi oleh kelompok maupun desa lainnya di Kalbar.

Selama kegiatan, peserta akan mendapatkan materi dan keterampilan baik teori maupun praktik lapangan yang didampingi langsung oleh Joko Wiryanto yang merupakan praktisi pertanian lahan gambut. Kader petani nantinya akan praktik langsung dalam mengenal karakteristik lahan gambut, mempersiapkan dan mengolah lahan gambut, hingga penerapan metode perawatan lahan dengan terapan organis seperti pupuk organik yang dibuat langsung peserta.

Program Manager Gemawan, M. Zuni menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian kerja sama Gemawan dengan BRG dan atas dukungan UNOPS dalam penguatan kapasitas kelompok tani melalui pembangunan sekolah lapang dan demplot mini di sembilan Desa Peduli Gambut Di Kalimantan Barat.

“SLPG merupakan solusi praktis bagi petani dalam penerapan teknologi pertanian di lahan gambut dengan metode ramah lingkungan,” ungkap Zuni.

Ditambahkan Zuni, pascapelatihan, peserta akan menerapkan keterampilan dan pengetahuan yang mereka dapatkan ke kelompok mereka masing-masing. Di tingkat kelompok, kader petani ini akan membuat pelatihan yang sama kepada anggota kelompok dengan praktik langsung dengan membangun demonstration plot mini (kebun percontohan mini) seluas 0,5 hingga 1 hektar lahan kelompok.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *