Polda Segera Limpahkan Berkas Suryadman Gidot, Tersangka Baru Bansus Bengkayang

SENYUM - Bupati Bengkayang nonaktif, Suryadman Gidot tersenyum usai sidang di Pengadilan Tipikor Pontianak, Selasa (18/2/2020). (ANDI/insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Setelah menetapkan status tersangka kepada Bupati Bengkayang nonaktif, Suryadman Gidot dalam korupsi dana bantuan khusus (Bansus) Bengkayang 2017, kini Polda Kalbar terus melengkapi berkas perkara, untuk dilimpahkan ke Kejaksaan dan segera disidangkan.

“Masih melengkapi berkas, secepatnya kita limpahkan,” kata Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Carles Go, kepada insidepontianak.com, Jumat (16/10/2020).

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Gidot telah menyandang status tersangka tiga pekan lalu, setelah Polda Kalbar cukup bukti ada penyalahgunaan wewenang. Padahal mantan Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar belum kelar menjalani hukuman pascaoperasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), 3 September lalu.

Gidot diduga telah melakukan penyalahgunaan wewenang. Dia dijerat dengan pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU 31 tahun 1999 tentang Tindak Pindana Pemberantasan Korupsi.

Sebelumnya, Polda Kalbar telah menetapkan enam tersangka dalam kasus korupsi yang membuat negara dirugikan hampir Rp20 miliar tersebut. Mereka adalah Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Benediktus Basuni, Bendahara BPKAD Roberta Ika, yang ditetapkan tersangka sejak 8 November 2019, selain itu adapula empat kontraktor pelaksana pekerjaan yang berinisial JA, LR, ZL dan EK. Terakhir Gidot sendiri.

Enam dari tujuh tersangka ini pun telah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Pontianak. Bahkan untuk terdakwa Bendiktus Basuni telah divonis enam tahun penjara dan denda Rp500 juta. Sementara Roberta Ika divonis empat tahun enam bulan dan denda Rp250 juta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *