Gaji Direktur Lebihi Setoran ke Daerah, DPRD Ketapang Akan Panggil Direktur Ketapang Mandiri

ilustrasi.

KETAPANG, insidepontianak.com – Anggota DPRD Ketapang, Abdul Aen dalam waktu dekat akan memanggil Direktur Ketapang Mandiri yang bergerak di bidang penjualan bahan bakar minyak (BBM) Ketapang.

Alasannya, badan usaha milik daerah ini dianggap tidak memberikan kontribusi maksimal kepada pendapatan daerah. Mereka hanya mampu menyetorkan keuntungan dari penjualan BBM sebesar Rp120 juta setahun.

“Sampai hari ini bagi hasil dari Ketapang Mandiri sangat minim untuk Pemda, bahkan untuk tahun 2021 terdata hanya Rp120 juta, jika dibandingkan dengan SPBU lain di Ketapang pemasukan mereka rata-rata per tahun bisa Rp500 juta, kan jauh berbeda,” katanya.

Anggota Dewan Partai Gerindra ini menilai, seharusnya Ketapang Mandiri bisa menyetor atau bagi hasil dari penjualan BBM sekitar Rp50-60 juta per bulan jika dibandingkan dengan pendapatan SPBU lain di Ketapang.

“Bahkan kalau bisa mencapai Rp1 Miliar setiap tahun agar memberikan manfaat bagi Pemda,” ungkapnya.

Untuk itu, guna mendongkrak pendapatan daerah khususnya dari BUMD, maka DPRD akan memanggil Direktur Ketapang Mandiri untuk memberikan penjelasan kepada DPRD terkait kinerja dan bagi hasil yang dianggap masih sangat kecil.

“Per bulan yang disetor ke Pemda berarti hanya Rp10 juta sedangkan gaji direkturnya saja per bulan belasan juta. Masa gaji direktur lebih besar dari yang didapat Pemda, itu tidak masuk akal dan tidak rasional sekali, makanya akan kami panggil pihak Ketapang Mandiri secepatnya,” tegasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *