Bermodal Rp60ribu, Petani Kembalikan Kesuburan Lahan Seluas Tujuh Hektar

PRAKTIK - Peserta sekolah lapangan Gemawan mempraktikkan cara membuat F1 Embio untuk mengembangkan kesuburan lahan pertanian mereka, Sabtu (17/10/2020).

Lahan gambut mempunyai potensi yang cukup baik untuk usaha budidaya pertanian tetapi memiliki kendala yang dapat menyebabkan produktivitas rendah. Dengan mengetahui karakternya, dapat ditentukan cara pengelolaan yang bijak dan tepat sehingga usaha tani yang dikembangkan dapat menguntungkan tanpa membahayakan lingkungan.

Selain pengolahan lahan tanpa bakar (PLTB), penerapan F1 Embio merupakan salah satu cara yang tepat untuk lahan gambut. F1 Embio merupakan isolat bakteri dan fungi yang baik dan terukur untuk menyuburkan tanah.

Bacaan Lainnya

Praktik pembuatan F1 embio merupakan salah satu dari empat praktik lapangan yang didapatkan peserta Sekolah Lapang Petani Gambut (SLPG) Lembaga Gemawan. Peserta mendapatkan keterampilan pengolahan pertanian terpadu di lahan gambut, pembuatan pupuk daun, dan pupuk perangsang buah.

F1 Embio mudah dibuat, murah meriah dan mudah didapatkan, begitu juga dengan bahan praktik lainnya.

Seperti F0 embio yang merupakan indukan dari F1 Embio, hanya bermodal Rp60ribu, untuk biaya tepung, nenas, terasi dan tambahan bahan lain. Bahan-bahan dasar ini dihancurkan dan dimasak hingga mendidih di dalam kuali besar. Sekitar dua jam, F0 embio yang dibuat petani bisa diterapkan dengan diperbanyak menjadi F1 Embio untuk lahan pertanian seluas tujuh hektar lahan.

Di dalamnya terkandung sekitar 13 bakteri yang berfungsi untuk memperbaiki struktur hara tanah dan menghasilkan pupuk alami bagi tanah. Semua bahan alami F1 Embio akan menghasilkan kandungan bakteri yang bagus bagi tanah. Bakteri-bakteri ini yang secara alami hidup berkembang mengembalikan unsur-unsur tanah yang selama ini tergerus.

Joko Wiryanto, penemu F0 Embio menjelaskan, F0 Embio merupakan indukan yang bisa diperbanyak menjadi F1 Embio. Penerapan F1 Embio, bisa digunakan untuk semua lahan.

“Banyak dari petani yang belum memahami cara pengolahan lahan secara alami, semua pada instan, hal ini yang berpengaruh kepada bakteri-bakteri yang menghasilkan pupuk secara alami hilang karena pengolahan yang tidak tepat. Penerapan F1 Embio sangat cocok untuk mengembalikan bakteri-bakteri tersebut,” ungkap Joko, panggilan akrab praktisi lahan gambut nasional kepada peserta Sekolah Lapang Petani Gambut yang dilaksanakan Gemawan 14-18 Oktober di Punggur Besar, Kubu Raya, Sabtu (17/10/2020).

Salah seorang peserta, Parudin, mengatakan pengolahan lahan yang dia lakukan selama ini banyak mengeluarkan biaya dan nyatanya mematikan bakteri-bakteri penghasil pupuk bagi tanah.

“Selama lima hari, semua teori dan praktik yang didapatkan dalam SLPG sangat bermanfaat bagi petani dalam pengolahan lahan pertanian. Melalui praktik yang didapatkan, mengubah cara pandang kami terhadap lahan atau tanah,” katanya.

“Ternyata tanah juga membutuhkan ruang untuk bakteri tumbuh yang memberi manfaat bagi tanah itu sendiri untuk hasil produksi pertanian kami,” sambung peserta dari Desa Punggur Kecil ini.

Jika petani konsisten mengolah lahan menggunakan bahan F1 Embio, petani bisa sejahtera.

“Bayangkan jika membeli pupuk di pasar, selain harga tinggi, petani sangat ketergantungan kepada pupuk-pupuk ini. Hal ini tidak berimbang dengan hasil panen petani di musim sekarang dimana cuaca yang tidak stabil. Kalau penggunaan F1 embio dan pupuk alami buatan petani, bisa mengurangi salah satu ongkos produksi,” tutup Parudin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *