banner 468x60 banner 468x60

Selama Pandemi, 216 Orang Terjaring Razia Kos di Pontianak

  • Bagikan
DIGELANDANG - Sebanyak 20 pasangan tak sah digelandang Satpol-PP Pontianak ke kantor mereka usai terjaring razia pekat, Rabu (12/8/2020).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sebanyak 216 orang terjaring dalam razia indekos yang dua kali sepekan digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Pontianak selama pandemi Covid-19. Mereka adalah pasangan tak resmi yang diciduk dari beberapa indekos di Pontianak.

“Totalnya ada 216 orang yang kita kenakan denda paksa selama pandemi,” kata Kasat Pol PP Kota Pontianak, Syrifah Adriana kepada insidepontianak.com.

Adriana mengatakan, meski Satpol PP fokus dengan penegakkan disiplin protokol kesehatan, namun giat penertiban penyakit masyarakat dengan melaksanakan razia indekos tetap dilakukan. Buktinya masih banyak kos bebas.

“Masih kita lakukan dua kali seminggu, hasilnya pun masih kontinu, masih kita dapati pasangan tak resmi,” terangnya.

Selama pandemi Covid-19, rutinitas Satpol PP tak berubah. Hanya saja, setiap kegiatan dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

Untuk razia kos bebas sendiri, Satpol PP akan mengamankan pasangan yang tak mampu menunjukan bukti pernikahan yang sah. Mereka dibawa ke Mako Pol PP untuk diminta membayar denda paksa sebesar Rp500 per orang. Apabila kembali mengulang, maka diberikan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) dengan sanksi yang lebih berat.

“Kalau mengulang, atau tidak mampu membayar biaya paksa maka kami berlakukan sanksi tipiring,” jelasnya.

Razia penyakit masyarakat ini digelar dalam rangka menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: