Pilkada di Tengah Pandemi Harus Utamakan Asas Kemanusiaan

DISKUSI - Diskusi Pokja Rumah Demokrasi dengan tema Pro Kontra Pelaksanaan Pilkada di masa Pandemi Covid-19 di Pontianak, Selasa (20/10/2020).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Penggiat Kelompok Kerja (Pokja) Rumah Demokrasi, Maryadi menilai penyelengara Pilkada 2020 yang dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 harus mengutamakan asas kemanusiaan. Oleh karena itu perlu ada kerja sama semua pihak, agar penyelenggara Pilkada 2020 dapat berjalan dengan sukses.

Sebagaimana diketahui KPU, Bawaslu, DKPP bersama Pemerintah dan DPR RI telah memutuskan pelaksanaan Pilkada tetap dilaksanakan 9 Desember 2020.

Bacaan Lainnya

“Selain tetap menjaga kualitas demokrasi, semua pihak dituntut untuk memprioritaskan kesehatan masyarakat. Selama penyelenggaraan Pilkada, harus menyesuaikan dan menerapkan protokol kesehatan,” kata Maryadi setelah Diskusi Pokja Rumah Demokrasi dengan tema Pro Kontra Pelaksanaan Pilkada di masa Pandemi Covid-19 di Pontianak, Selasa (20/10/2020).

Pokja Rumah Demokrasi menegaskan pandemi Covid-19 tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas demokrasi. Malah harus dijadikan momentum gotong royong melahirkan demokrasi yang berkualiatas dan berintegritas, serta ikut andil dalam menekan penyebaran Covid-19 di Kalbar.

“Dalam talkshow tadi, kita menemukan satu sepemahaman. Karena sudah ada keputusan politik untuk melanjutkan Pilkada, semuanya sepakat untuk sama-sama menyukseskan dan mengawal pelaksanaan Pilkada 2020 yang aman dan sehat,” jelas Maryadi.

Maryadi berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat menengahi perdebatan Pilkada ditunda atau lanjut. Serta masyarakat ikut berperan aktif mengawal semua tahapan.

“Kita berharap ini bisa meningkat partisipasi aktif pemilih pada penyelengaraan Pilkada di tengah pandemi Covid-19 dan tidak lupa menciptakan Pilkada yang sehat dan aman,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *