Empat Bulan Berlalu, Hilangnya Sitaan Pengadilan PN Pontianak dari PT Steadfast Marine Tanpa Tersangka

SITAAN - Satu dari dua mesin potong besi, barang sitaan PN Pontianak yang masih berada di PT Steadfast Marine, Pontianak. Sementara dua crane yang juga barang sitaan tak ada di tempat. PN PONTIANAK

PONTIANAK, insidepontianak.com – Empat bulan berlalu, Polresta Pontianak Kota belum juga menetapkan tersangka atas hilangnya dua barang sitaan Pengadilan Negeri (PN) Pontianak di perusahaan galangan kapal PT. Steadfast Marine. Barang sitaan yang hilang adalah crane merek Cobelco CC05 kapasitas 100t dan berkapasitas 50t.

Nilainya miliaran. Barang pun harus diangkut dengan kapal jika ingin dipindahkan.

Bacaan Lainnya

Polisi sebelumnya sudah memeriksa sejumlah saksi. Termasuk Direktur Utama PT Steadfast Marine, Rudi Logam. Informasi yang dihimpun, kasus yang dilaporkan 23 Juni 2020 itu, baru masuk ke tahap pelaporan, dari sebelumnya pengaduan.

“Sebelumnya pengadilan sudah melapor ke Polresta, yang didahulu pengaduan. Setelah empat bulan ini baru tanggal 20 kemarin ditingkatkan menjadi pelaporan. Kita tinggal tunggu, siapa tersangka setelah laporan ini, kapan dilimpahkan,” ujar kuasa hukum eks karyawan PT. Steadfast Marine, Effendy.

Dia heran, kenapa proses penyelidikan kasus ini begitu lama. Sementara barang bukti sudah ada di Desa Kapur. Ditemukan polisi lima bulan lalu. Penjualnya juga telah diperiksa dan pembelinya juga telah diperiksa.

Saat ini, pihaknya masih menunggu, dan berharap kasus tersebut segera dilimpahkan. Sehingga barang bukti jelas statusnya. Apakah dikembalikan ke pembeli, atau dikembalikan kepada pengadilan yang melakukan penyitaan.

“Kita minta kejelasan status mengenai barang yang disita pengadilan yang dijual itu,” pungkasnya.

Barang itu disita PN Pontianak untuk membayar PHK 55 karyawan PT Steadfast Marine senilai Rp2,7 Miliar. Total ada empat benda. Dua barang sitaan yang hilang adalah crane merek Cobelco CC05 kapasitas 100t dan berkapasitas 50t. Yang masih tersisa di lokasi hanya satu mesin pemotong plat besi merek Huanheng tipe procut, dan satu mesin pemotong plat besi tipe GS.

Perjuangan 55 eks karyawan PT Steadfast Marine mencari keadilan tak sebentar. Empat tahun mereka berjuang mencari keadilan pascamendapatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak tanpa pesangon tahun 2016 silam. Perjalanan panjang mereka tempuh, sampai peradilan tertinggi dijalani. Bahkan dua di antara mereka berpulang lebih dulu sebelum merasakan ujung.

Akibat PHK sepihak itulah, buruh las di perusahaan galangan kapal tersebut menuntut hak mereka dengan melapor ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Tak ada titik tengah, kasus berproses di Pengadilan Perselisihan Hukum Industrial (PHI) sampai inkrah di Mahkamah Agung (MA) dan 55 eks karyawan menang di akhir tahun 2019.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *