Surat Terbuka Warga Soal Mobil Dinas Bupati Mempawah, Ke Mana Hati Nurani Ibu Bupati

Susanto.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Salah satu warga Kabupaten Mempawah, Susanto membuat surat terbuka kepada Bupati Mempawah, Erlina perihal penganggaran mobil dinas miliaran rupiah di tengah pandemi Covid-19. Surat tersebut ditulis, Kamis (23/10/2020) melalui akun media sosialnya.

Saat dikonfirmasi insidepontianak.com, Susanto membenarkan bahwa dirinya menulis surat terbuka itu untuk mempertanyakan ke mana mata hati Bupati. Di situasi pandemi Covid-19 malah menganggarkan miliaran rupiah untuk mobil dinas.

Bacaan Lainnya

“Membaca berita tentang adanya mata anggaran mobil dinas Bupati yang jumlahnya miliaran di saat bangsa sedang berperang melawan pandemi, saya mengelus dada. Bukan karena iri dengki, tapi di mana letak hati nurani Ibu Bupati,” katanya.

Susanto mengerti, bahwa dalam penganggarannya, mobil dinas tersebut sudah disetujui oleh DPRD. Sehingga tidak menyalahi aturan, namun dia mengatakan saat situasi pandemi ini, angggaran itu perlu kajian ulang.

“Kendati tidak ada aturan yang dilanggar tetapi sekali lagi saya sampaikan mari kita lihat fakta di lapangan dampak ekonomi saat pandemi ini, naik atau malah menurun,” katanya.

Menurut Susanto yang juga Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalbar, saat ini pertumbuhan ekonomi secara nasional sedang melambat. Dia pun meminta agar pengadaan mobil dinas itu dibatalkan.

“Saya yakin Bupati masih punya empati, lebih baik penganggaran mobil dinas dibatalkan atau ditunda saja tanpa terkecuali,” katanya.

Susanto meminta Pemerintah Daerah berkaca pada apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menuai kritik saat menganggarkan mobil dinas. Seharusnya, dukungan pemerintah kepada masyarakat terhadap pendidikan di tengah pandemi lebih prioritas. Anggaran miliaran bisa digunakan untuk membeli Alat Pelindung Diri agar anak sekolah bisa aman dari virus Corona saat tatap muka.

“KPK mengalihkan anggaran mobil dinas karena kritikan dan saran dari publik. Saya minta Bupati melihat anak-anak yang belum bisa sekolah tatap muka. Jika pendidikan terus seperti ini ancaman hilang generasi bisa jadi kenyataan,” katanya.

Selain itu kata Susanto melanjutkan, masyarakat golongan menengah ke bawah adalah yang paling terdampak. Para pedagang mengalami penurunan omzet.

“Silakan tanya kepada pedagang pasar pagi, atau kepada pedagang kuliner bagaimana mereka omzetnya turun atau naik. Saya belum mendengar APBD Mempawah membantu kelompok rentan seperti ini. Semua masih bersumber dari APBN,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *