Jelang Hari Listrik Nasional 75, PLN Resmikan Kemandirian Energi Daerah Perbatasan

ilustrasi.

SAMBAS, insidepontianak.com – Masyarakat di perbatasan Sajingan dan Aruk, Kabupaten Sambas kini dapat berbangga hati dengan masuknya listrik PLN di daerah mereka. Pasalnya, selama ini suplai listrik yang mereka nikmati berasal dari perusahaan listrik swasta milik SESCO Malaysia.

Camat Galing Kabupaten Sambas, Usman, mewakili warga di daerah perbatasan mengapresiasi upaya yang dilakukan PLN Kalbar.

Bacaan Lainnya

“Ini kemajuan yang luar biasa. Saya melihat kualitas keandalan pasokan listrik dari PLN juga tidak kalah dari negara tetangga. Kemandirian energi listrik yang dilakukan PLN tentunya akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan,” ungkap Usman.

Kemandirian energi listrik juga ditanggapi positif oleh pelaku usaha di Aruk, salah satunya Agustinus (42). Pria yang sehari-harinya membuka usaha bengkel mobil dan motor didekat PLBN Aruk ini mengaku pasokan listrik dari PLN tentunya akan mendorong perkembangan usaha di perbatasan.

“Saya merasa ada kemudahan kalau listriknya dari PLN, sebab kalau sewaktu-waktu ada gangguan listrik kita bisa menghubungi petugas PLN dan dapat segera diatasi. Kalau listriknya dari negara tetangga, agak sulit, karena kita tidak tahu apa gangguannya dan kapan diatasinya. Kualitas layanan yang diberikan oleh Petugas PLN di Aruk juga sudah cukup baik, layanannya cepat dan tidak berbelit-belit. Terima kasih PLN,” kata Agustinus bersemangat.

Sementara itu menurut General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, sejak beroperasinya Gardu Induk (GI) Sambas dengan total kapasitas sebesar 120 MVA pada tanggal 13 Juli 2015 lalu, harus lebih dioptimalkan untuk menjangkau daerah yang lebih luas. Peluang ini dimanfaatkan oleh PLN Kalbar untuk melakukan upaya terobosan layanan hingga ke PLBN.

“Keinginan untuk melaksanakan kemandirian energi listrik di daerah perbatasan sudah cukup lama, keinginan tersebut terkendala dengan rendahnya tegangan diujung jaringan listrik kami. Beroperasinya GI Sambas sejak bulan Juli tahun 2015 lalu menambah semangat kami untuk dapat mensuplai listrik hingga ke PLBN Aruk,” papar Ari.

Diakuinya, untuk mewujudkan kemandirian energi listrik di Perbatasan Aruk, pihaknya telah melakukan pengukuran tegangan pada 109 unit trafo distribusi, penyesuaian tegangan tap trafo pada siang hari untuk mendapatkan tegangan rendah di PHBTR hingga titik normal sebesar 400 volt, melaksanakan uprating penampang bottle neck dari 35 mm menjadi 70 mm sepanjang 600 meter, serta melakukan penebangan dan pemangkasan pohon yang berpotensi menyebabkan gangguan pada jaringan listrik sepanjang 146,77 kms dari Sambas, Sajingan dan Aruk.

“Kini masyarakat di perbatasan Sajingan dan Aruk sudah dapat menikmati listrik PLN dengan aman dan nyaman. Petugas kami di unit layanan siap memberikan layanan kepada pelanggan nonstop selama 24. Semoga upaya kami ini dapat menambah semangat seluruh elemen masyarakat untuk membangun kawasan perbatasan,” pungkas Ari.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *