Sempat Kabur ke Kalteng, Dua Pelaku Persetubuhan Anak Bawah Umur Menyerahkan Diri

Ilustrasi percobaan perkosaan. (Net)

KETAPANG, insidepontianak.com – Polsek Jelai Hulu mengamankan dua pelaku persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Mereka dilaporkan keluarga korban yang tidak terima. Pelaku adalah DS (34) dan DG (23).

“Penangkapan ini berawal dari laporan keluarga korban yang kemudian kita lakukan penyelidikan sebelum akhirnya kedua orang kita amankan,” terang Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono melalui Kapolsek Jelai Hulu, AKP Jami’ad, Minggu (25/10/2020).

Bacaan Lainnya

Kapolsek Jelai Hulu, AKP Jami’ad menjelaskan, berdasarkan keterangan pelapor, awalnya korban diberitahu oleh DG, kalau ditunggu pacarnya di salah satu bangunan rumah walet. Sampai di sana, yang ada hanya DG dan DS. Mereka mengabarkan pacarnya berada di pondok ladang milik AY.

“Mereka pergi ke pondok ladang tersebut namun pacar korban tidak ada, saat itu korban diajak minum-minuman keras. Saat kurang sadar, korban disetubuhi,” katanya.

Beberapa pekan pascakejadian, bibi korban merasa curiga. Korban tampak murung dan tidak seperti biasanya. Setelah ditanya, dia pun mengakui semua.

“Sebelum penangkapan, kita terlebih dahulu lakukan pemanggilan kepada kedua pelaku. Namun dua kali pemanggilan mereka tidak datang karena melarikan diri ke Kalimantan Tengah,” katanya.

Di pemanggilan ketiga, mereka datang dan siap menerima proses hukum. Akibat perbuatannya, kedua pelaku dipersangkakan melangggar pasal 81 ayat(1) dan (2) dan atau pasal 82 UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 76 D dan 76E UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara Mininal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *