Suriansyah Janji Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Sambas

Reses Wakil Ketua DPRD Kalbar, Suriansyah. (Ist)

SAMBAS, insidepontianak.com – Wakil Ketua DPRD Kalbar, Suriansyah tak kenal lelah menemui konstituennya meski pandemi Covid-19.

Kunjungan atau reses di Kabupaten Sambas, dilakukan semaksimal mungkin dengan menyambangi sejumlah desa di Kabupaten Sambas.

Bacaan Lainnya

Di sana dia melihat langsung kondisi masyarakat dan menerima banyak aspirasi .Dia pun berkomitmen akan memperjuangkan dan merealisasikan aspirasi masyarakat.

Legislator dari Partai Gerindra ini mengatakan, saat melaksanakan reses di Kabupaten Sambas mayoritas masyarakat mendambakan pembangunan infrastruktur berkelanjutan, baik berupa perbaikan dan pembagunan jalan desa, jalan lingkungan, jembatan.

“Saat saya reses di Kabupaten Sambas terutama di Desa Temajok, Desa Sijang, Desa Pusaka, Desa Sempalai dan Desa lain di Kabupaten Sambas rata-rata masyarakat mengeluhkan kodisi jalan Desa dan Lingkungan yang rusak dan perlu penanganan segera,” ujar Suriansyah kepada Insidepontianak.com, Senin (26/10/2020).

Untuk itu lah, Pemerintah Provinsi diminta membantu perbaikan jalan, maupun peningkatan jalan masyarakat agar meningkatkan aksesibilitas masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Sebab alokasi dana desa, yang tersedia tidak mencukupi untuk memliharaan seluruh jalan yang ada di masing-masing desa, begitu juga dengan APBD Kabupaten Sambas yang tidak mampu mengakomodir jalan desa dan jalan pemukiman di masing-masing desa.

“Kondisi ini membentuhkan bantuan APBD Provinsi. Tanpa itu maka kondisi kehidupan dan perekonomian masyarakat akan sulit. Hasil pertanian dan hasil bumi akan sulit dibawa karena akses transportasi, biaya angkut menjadi tinggi, sehingga hasil produksi tergerus biaya angkutan, dan harga kebutuhan pokok di perdesaan menjadi tinggi karena ada biaya angkutan yang lebih besar, “terangnya.
Selain infrastruktur, masyarakat juga berharap Pemrov berperan dalam meningkatkan pembagunan di sektor pertanian dan perkebunan dengan bantuan bibit, benih, pupuk dan herbisida. Sebab kemampuan petani menyediakan sarana dan prasana pertanian sangat terbatas, sementara harga komuditas pertanian juga tidak terlalu baik.
“Sehinga apabila ada bantuan dari APBD Provinsi kondisi ini cukup membantu petani,”jelasnya.
Dirinya menilai banyak potensi pertanian yang tersedia di Kabupaten Sambas. Seperti di Desa Sijang yang dapat dikembangkan menjadi kawasan produksi pangan dan perkebunan, maupun budidaya ikan. Begitu juga, dengan desa pusaka yang tersedia sumber air yang cukup berlimpah, namun memerlukan bantuan Pemprov berupa pompanisasi dan pintu air dalam menyediakan air untuk irigasi. Dengan bantuan itu, tentunya sekor pertanian masyarakat dapat hidup, pencetakan sawah baru, pembuatan kolam ikan, dapat dilakukan, termasuk juga melakukan reklamasi pantai dengan tanaman mangrove.

Sedangkan di Desa Sempalai, ada 75 hektar lahan potensial pertanian dan persawahan yang dapat dikembangkan masyarakat. Namun, perlu dukungan sarana dan pertanian, sehingga produksi pertanian masyarakat dapat meningkatan kesejahtraan, dan menjadi salah satu lumbung pangan.

Sementara itu, di Desa Temajok yang berada di pantai laut Natuna, dikenal memiliki potensi wisata yang sangat indah. Lokasi wisata ini menjadi destinasi wisata masyarakat Kalbar dan masyarakat di Malaysia Timur. Namun kualitas jalannya masih perlu perhatian. Masyarakat berharap pemerintah Pusat, dan Provinsi , memberi perhatian terhadap potensi wisata yang sudah mensejahtrakan masyarakat.

Pemprov juga harus melakukan pembangunan dengan menetapkan master plan agar pembagunan kawasan temajok lebih terarah dan terencana dengan melibatkan masyarakat dalam pembagunan.

“Perekonomian masyarakat sangat tergantung dengan pariwisata, mereka berharap dilibatkan dalam pembagunan,” pesannya.

Selain itu, kawasan temajok juga potensial dalam sektor pertanian perkebunan, perikanan, kelautan dan lain-lain. Sementara, kendala pembagunan pariwisata di temajok adalah tegangan listrik rendah sehingga alat eletronik masyarakat sering rusak. Selain itu, sinyal internet tidak merata dan kurang kuat.Kemudian belum ada badan pengelola Desa Temajok, sehingga pembagunan objek wisata belum berlangsung dengan baik.

“Terakhir masyarakat juga berharap dengan potensi yang dimiliki Temajok status Desa dapat ditingkatkan menjadi sebuah Kecamatan yang menaungi lima Desa. Lima Dusun yang ada di Desa Tamajok diharapkan dapat ditingkatkan statusnya menjadi Desa,” pungkasnya. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *