Data Kematian Covid-19 Kalbar Amburadul

PEMAKAMAN - Pemakaman pasien positif Covid-19, Kepala Bidang Pengelolaan Dana Fungsional RSUD Soedarso Pontianak Rabu (23/9/2020).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Data kasus kematian Covid-19 di Kalimantan Barat amburadul. Hingga kini, data Dinas Kesehatan Kalbar mencatat 12 kasus kematian di Kalbar. Namun jika merujuk data di Dinkes Pontianak saja, angkanya sudah lebih banyak.

Dinkes Pontianak mencatat 15 kasus kematian Covid-19 per 27 Oktober 2020. Kabupaten Mempawah memiliki tiga kasus kematian, dan Ketapang empat kasus. Jika ditotal, jumlahnya sudah 22 kasus kematian. Angka itu baru dari tiga kabupaten/kota di Kalbar.

Bacaan Lainnya

“Kasus kematian itu sudah dilaporkan ke dinas provinsi,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Mempawah, Mukhtar Siagian.

Wakil Ketua DPRD Kalbar, Suriansyah menyayangkan adanya perbedaan data kasus meninggal antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten. Dia menilai, permasalahan tersebut seharusnya tidak terjadi apabila pendataan yang dilakukan valid.

“Apabila petugas yang mendata itu teliti, tentu ini tidak akan terjadi,” terangnya.

Legiator Partai Gerindra ini menilai, perbedaan data terjadi karena kekhilafan petugas. Misalnya ada salah satu pasien yang dideteksi terjangkit Covid-19 dirujuk ke Kota Pontianak. Ketika meninggal dimakamkan di Kota Pontianak, sehingga dianggap kasus meninggal Covid-19 Pontianak.

Padahal pasien tersebut berasal dari kabupaten lain. Begitu juga masyarakat dari kabupaten lain.

“Seharusnya apabila meninggal datanya itu meninggal per kabupaten masyarakat. Misalnya yang meninggal masyarakat dari Sambas, apabila meninggal tetap dikatakan masyarakat dari Kabupaten Sambas,” ungkapnya.

Dia meminta agar data tersebut menjadi perhatian Dinkes agar tak menimbulkan kecurigaan masyarakat adanya rekayasa tertentu.

“Kalau bicara pasien terpapar bisa kita maklumi karena pasien yang terpapar pun ketika berobat ada yang dirawat di kabupaten bersangkutan. Untuk itu harus menjadi perhatian kita agar masyarakat tidak salah menafsirkan kondisi tersebut,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *