Nenek 81 Tahun di Anjongan Tewas Disengat Tawon

PEMAKAMAN - Seorang nenek warga Dusun Bilado, Desa Kepayang, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah dimakamkan usai meninggal setelah disengat tawon dua hari lalu.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Warga Dusun Bilado, Desa Kepayang, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah bergotong-royong membakar sarang penyengat atau tawon yang menewaskan seorang nenek tua berusia 81 tahun.

“Karena serangan dari penyengat tersebut pernah menyerang seorang nenek berusia 81 tahun hingga meninggal dunia. Kami warga Dusun Bilado langsung bergotong-royong membakarnya,” kata Fetrus Anyim, kerabat korban, Rabu (28/10/2020).

Fetrus merasa prihatin dengan nasib keluaga nenek lansia yang meninggal dunia setelah disengat tawon tersebut. Nenek tersebut adalah tulang punggung keluarga. Sementara dua anak yang ditinggalkannya punya keterbatasan fisik.

Dia pun menceritakan detik-detik tewasnya nenek yang disengat tawon tersebut.

“Kejadian nahas tersebut baru terjadi dua hari yang lalu. Nenek berusia 81 tahun itu sedang mencari kayu bakar. Saat angin bertiup kencang, dahan kayu tempat tawon itu bersarang tiba-tiba patah dan jatuh dekat nenek tersebut,” katanya.

Karena sudah lanjut usia, sambung Fetrus, nenek tersebut tidak gesit melarikan diri. Beberapa ekor tawon menyuntikkan bisanya ke tubuh renta sang nenek. Saat itu dia mampu menahannya. Dia meninggalkan kayu bakar yang sudah dikumpulkannya dan pulang ke rumah.

“Dia pulang dengan merangkak sempoyongan dan badan penuh dengan sengatan tawon. Cucunya melihat nenek dalam keadaan kesakitan langsung membantunya dengan pertolongan pertama,” tuturnya.

Saat itu kata Fetrus, minyak angin disapukan ke badan nenek oleh kerabatnya dengan harapan mengurangi rasa sakit. Dia sampai tidak sadarkan diri karena bisa tawon yang meresap terlalu dalam di tubuhnya.

“Akhirnya sekitar pukul 20.00 malam, nenek tersebut meninggal dunia. Saya sangat berduka. Mudah-mudahan tidak ada kejadian seperti ini lagi di Dusun Bilado,” katanya.

Akhirnya, Selasa malam kemarin, warga Dusun Bilado berkumpul di sekitar lokasi. Mereka mempersiapkan beberapa liter minyak dan benda-benda lain diperlukan untuk membakar sarang penyengat tersebut.

Ukuran sarangnya cukup besar, lebih kurang berdiameter setengah meter. Mereka khawatir akan disengat jika api yang mereka pakai tidak mampu menghanguskan sarang dengan sekali bakar.

“Jadi kami buatlah api yang lumayan besar. Ada beberapa orang yang berani membakarnya. Ada juga yang menolong dari jarak cukup jauh,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *