Kemensos Pastikan Penyaluran Bansos Sembako Cepat dan Tepat

MENYALURKAN - Menteri Sosial Juliari P. Batubara (kanan) saat menyalurkan Bansos Sembako Presiden kepada warga yang berasal dari 13 RT di RW-03 Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.(Istimewa)

JAKARTA, insidepontianak.com – Kementerian Sosial memastikan, penyaluran bantuan sosial (bansos) sembako dan beras yang didistribusikan bagi masyarakat terdampak pandemi, cepat sampai ke tangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), tepat kualitas, dan tepat harga.

“Bansos Sembako (BSS) ini kan jumlahnya 1,9 juta KPM ya. Kemudian untuk Bansos Beras (BSB) 10 juta. Jadi kalau satu dua ada masalah mungkin saja. Tapi kami pastikan sudah ada monitoring untuk memastikan, bansos bisa tepat sasaran, tepat kualitas dan tepat harga baik sebelum, selama dan evaluasi sesudah pelaksanaan program,” kata Sekretaris Jenderal Hartono Laras di Jakarta, dilansir dari Antaranew, Kamis (29/10/2020).

Bacaan Lainnya

Hartono menegaskan bahwa, begitu ditemukan sembako yang kualitasnya berbeda, pihaknya tak segan untuk langsung menegur, bahkan mengganti vendor.

“Kami tidak segan menegur atau memberi sanksi kepada vendor yang tidak berkomitmen. Kalau jenis barang memang bisa berbeda merek atau barangnya. Namun harga dan jenisnya sama atau setara,” kata Sekjen.

Terkait informasi yang berkembang di masyarakat bahwa nilai bansos sembako per paketnya bervariasi, ada yang menyebut Rp300 ribu, ada pula Rp270 ribu, Hartono meluruskan kalau harga bahan pangan dalam satu paket senilai Rp270 ribu. Sedangkan, Rp30 ribu sisanya dialokasikan untuk ongkos kirim transporter dan goodie bag.

“Jadi dipastikan, biaya untuk satu paket bansos sembako adalah Rp300 ribu,” tegasnya.

Sekjen menyatakan, terkait tugas jaringan pengaman sosial melalui berbagai program bansos Kemensos mematuhi prinsip-prinsip tata kelola anggaran. “Kami sangat terbuka untuk diawasi. Kami melakukan rapat sebelum pelaksanaan program dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),” katanya.

Selain itu, Kemensos juga meminta pendampingan melalui Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan pemeriksa interal melalui Inspektorat Jenderal.

“Kami juga tidak segan bekerja sama dengan Polri untuk menindak pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Bansos Sembako Jabotabek disalurkan menjangkau 1,9 Juta KPM dengan anggaran Rp6,8 triliun sudah mencapai tahap X dari XI, dengan realisasi 100%, per 27 Oktober 2020.

Kemudian, Kemensos meluncurkan bansos beras (BSB) dengan penerima adalah 10 juta KPM PKH. Jumlah bantuan sebanyak 15 kg/KPM/bulan selama 3 (tiga) bulan yakni Agustus s/d Oktober 2020. Bulan September disalurkan sebanyak 30 kg untuk alokasi bulan Agustus dan September.

Kemudian sebanyak 15 kg disalurkan pada bulan Oktober 2020. Beras yang digunakan sebagai BSB dipasok oleh Perum Bulog.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *