Wisata Susur Sungai Kakap, Keliling Objek Wisata dengan Murah Meriah

Putri Pariwisata Kubu Raya, Fallen saat menikmati wisata susur Sungai Kakap. (Ist)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Embusan angin sepoi-sepoi menyapa tubuh para wisatawan. Mendinginkan suasana, mengurai rambut indah perempuan muda, berpakaian putih putih, yang tengah duduk di atas kapal pariwisata ‘Muara Kakap’. Perempuan itu adalah Fallen, Putri Pariwisata Kubu Raya 2020 yang tengah menjajal destinasi wisata susur sungai ‘Muara Kakap’, Kamis (29/10/2020).

Satu jam perjalanan dilalui Fallen dan Hafiz, Putra Pariwisata Kubu Raya 2020. Mereka keliling menyusuri beberapa destinasi menarik. Mulai dari perjalanan ke Rumah Adat Bugis di muara Punggur Kapuas, Pulau Minyak yang berada di persimpangan tiga muara dengan hutan mangrove asri, yang didiami monyet dan bekantan.

Bacaan Lainnya

Hingga destinasi utama, yakni Xiao Yi Shan Tang atau Dharma Bakti yang berada di laut lepas. Masyarakat menyebutnya klenteng tengah laut atau pekong laut.

Rumah Adat Bugis jadi salah satu lokasi di wisata Susur Sungai Kakap. (Ist)

Sejak dibuka Juli lalu, objek wisata yang berlokasi di Dusun Nirwana, Desa Sungai Kakap, Kubu Raya ini tak pernah sepi pengunjung. Pesona alam, dengan sejumlah lokasi foto menarik dan unik, jadi daya tarik.

Selain itu, para pengunjung juga disuguhkan aneka kuliner, makanan ringan, alunan musik hingga fasilitas karaoke di atas kapal.

Setiap harinya, kapal wisata itu beroperasi melayani wisatawan sejak pukul tujuh pagi, hingga lima sore. Biaya perjalanan wisata ini pun sangat murah.

Pekong tengah laut menambah kesan tersendiri dalam wisata ini. (Ist)

“Untuk biaya per orang dewasa kita kenakan Rp20 ribu. Sementara anak-anak Rp10 ribu,” ujar Busrah Abdullah, pengelola kapal wisata Muara Kakap kepada insidepontianak.com.

Busrah berharap kehadiran wisata baru ini dapat menjadi daya tarik wisatawan lokal untuk datang ke Sungai Kakap.

“Kami berharap investor mau masuk ke wilayah Kakap terutama di wilayah pesisir dengan melihat potensi yang ada baik wisata wisata, perikanan dan pertanian dengan berharap tingkat kemiskinan di kampung nelayan bisa dikurangi,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *