Setubuhi Anak Tiri dan Keponakan, Orang Tua Minta Pelaku Dihukum Maksimal

DAMPINGI - Dede Dharma, tenaga Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Sanggau sedang mendampingi kedua korban. (Foto/Ist)

SANGGAU, insidepontianak.com – Seorang warga Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, NM (56) tak bisa menutupi emosinya ketika menceritakan perihal pencabulan yang dilakukan MA, 50-an, terhadap anak kandungnya, YL (16). Tak hanya kepada YL, pelaku juga melakukan perbuatan itu terhadap keponakannya, NH (16), yang tak lain adalah ayah tiri NH.

NM mengaku mengetahui perbuatan MA, melalui chat WhatsApp MA kepada YL. Oleh YL, chat tersebut diteruskan ke ayahnya yang ketika itu sedang di Kabupaten Ketapang.

Bacaan Lainnya

Menurut lelaki kelahiran 1964, percakapan MA kepada anaknya sudah tidak wajar. Dalam percakapan itu, MA akan ke rumah YL pada malam hari, dan masuk melalui pintu belakang.

“Chat-nya begini. Boleh tidak aku masuk jauh malam ke rumah kamu lewat pintu belakang? Jangan dikunci, ya pintu belakang,” katanya.

Ia menegaskan, percakapan itu sudah keterlaluan dan tidak masuk akal. Apalagi anaknya tinggal sendiri.

Dalam percakapan itu, pelaku juga akan memberi uang ke anaknya. Bahkan, anaknya juga diajak pergi ke Balai Karangan dengan menyewa motor, nanti uangnya diganti. Tapi anaknya tidak mau.

NM pulang ke Sanggau untuk menyelesaikan masalah tersebut. NM berkoordinasi dengan Kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Sanggau, 26 Agustus 2020.

Dari koordinasi tersebut, ia mengetahui bahwa, peristiwa itu tak hanya terjadi pada anaknya, tapi juga pada keponakannya. “Terungkaplah semuanya, bahwa anak saya diperkosa. Bahkan, anak tiri pelaku atau anak adik saya itu juga kena,” ungkap NM.

NM kesal, mengapa orang yang mestinya melindungi keponakan dan anak tirinya, justeru merusak masa depan kedua anak tersebut.

“Saya minta pelaku dihukum berat. Hukuman seumur hidup dan juga kebiri,” katanya.

NM mengapresiasi pihak Dinsos dan polisi yang bergerak cepat dan menangkap pelaku. Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Yafet Efraim Patabang memastikan, kasus ini terus berjalan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *