Tersandung Kasus Ujaran Kebencian, Pria di Mempawah Diciduk Polisi

Tangkapan layar medsos diduga pelaku.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Seorang pria berinisial HS warga Mempawah ditangkap polisi atas dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE. Dia diduga melontarkan kata-kata bernada ujaran kebencian (hate speech) di media sosial.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mempawah, AKP M Resky Rizal mengatakan hal ini berpotensi mengganggu ketentraman. Penangkapan dilakukan oleh anggotanya pada Sabtu (31/10/2020) dini hari sekira pukul 01.00 WIB.

Bacaan Lainnya

“Benar sekali kita telah mengamankan seorang pria berinisial HS yang diduga melakukan ujaran kebencian di media sosial. UU yang dilanggarnya adalah UU ITE,” katanya kepada Insidepontianak.com.

Resky Rizal menjelaskan saat ini pihak kepolisian sedang melakukan pendalaman terhadap terlapor. Dia memastikan proses hukum akan tetap berlanjut.

“Kita harus saling menghargai satu sama lain. Saya harap dalam kasus ini masyarakat bisa mengambil pelajaran berharga di mana pentingnya menjaga keberagaman antar suku,” katanya.

Dalam tangkapan layar medsos, HS terlihat mengenakan atribut Persatuan Orang Melayu (POM). Terkait ini, Ketua DPD POM Mempawah, Hasby membenarkan hal tersebut.

Kendati demikian, HS menurut Hasby sudah lama keluar dari keanggotaan POM Mempawah. Foto-foto di media sosial yang bersangkutan adalah foto lama. Diambil sekitar tiga tahun yang lalu.

“Dia sudah lama keluar karena bekerja di Malaysia. Foto-foto itu juga foto lama, awal POM dibentuk sekitar tiga tahun lalu,” katanya.

Kasus ini juga telah diserahkan ke kepolisian. Dipastikan HS bertindak secara pribadi. Hasby menduga HS mengalami gangguan kejiwaan.

“Kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian. Foto profilnya menggunakan atribut POM. Dia baru pulang dari bekerja di Malaysia. Saya menduga dia mengalami gangguan kejiwaan,” katanya.

Hasby menegaskan, selama ini POM Mempawah selalu mengingatkan anggotanya agar menjaga tali silaturahmi antar suku dan menghargai satu sama lain.

“Kalau ada anggota POM yang waras melakukan hal seperti itu saya yang akan menanganinya,” tegasnya. (yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *