Prihatin Anak Hilang Saat Cari Sinyal; Darwis-Rizal Sudah Programkan Internet Masuk Desa

Sebastianus Darwis, Calon Bupati Pilkada Serentak 2020 di Bengkayang. (Foto/IP)

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Calon Bupati Bengkayang pada Pilkada serentak 2020 di Bengkayang, Sebastianus Darwis prihatin dengan anak sekolah yang kabarnya hilang,, saat mencari sinyal untuk mengerjakan tugas sekolah. Ia telah membuat program untuk mengatasi masalah itu dengan internet masuk desa.

“Saya mengucapkan prihatin yang sedalam-dalamnya. Semoga anak itu segera ditemukan,” katanya kepada Insidepontianak.com, Senin (2/11/2020).

Bacaan Lainnya

Sebastianus Darwis berpasangan dengan Syamsul Rizal, memang sudah membuat program Telekomunikasi Desa. Program itu bertujuan membuka akses informasi, dan mengentaskan keterisoliran wilayah di Bengkayang dari sisi komunikasi dan informasi. Darwis-Rizal diusung Gerindra dan Golkar.

“Program itu dengan membangun Base Transceiver Station atau BTS untuk Telkomsel, agar program internet di 122 desa bisa masuk ke desa-desa,” ujarnya.

Program itu merupakan bagian dari program Desa Smart 2021-2025. Program itu memfasilitasi anak usia sekolah di Bengkayang, agar lebih mudah mengakses internet, dan dapat mengikuti proses belajar dan mengajar di seluruh wilayah Bengkayang.

Saat ini, IPM Bengkayang tahun 2019 hanya berada di posisi keempat dengan angka 67,57, dengan kenaikan hanya nol koma sekian tiap tahunnya. Walau berada di urutan keempat se Kalbar, rata-rata lama sekolah warga Bengkayang masih berada di 6,53 tahun. Artinya, pendidikan warga didominasi lulusan SD. Bahkan angka ini berada di urutan ke 13 dari 14 kabupaten/kota se Kalbar.

Sebelumnya, seperti diberitakan Insidepontianak.com, seorang siswi SMA Negeri 1 Lebah Bawang bernama Meri, tinggal di Dusun Sejaruk Param, Desa Sakaratu, Kecamatan Lebah Bawang, Kabupaten Bengkayang, sudah beberapa hari dinyatakan hilang. Peristiwa hilangnya Meri sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Menurut keterangan keluarga, terakhir kali Meri pamit mencari sinyal di tepi kampung untuk mengerjakan tugas sekolah pada Selasa, 27 Oktober 2020, sekira pukul 16.00 WIB.

“Di tempat kami memang susah sinyal. Biasanya warga sini mencari sinyal di tempat yang tidak jauh dari rumah, jaraknya sekitar 300 meter dari rumah orang tua Meri bernama Suik,” kata kerabatnya, Lilis Pryanti, Sabtu (31/10/2020) kemarin.

Sampai pukul 17.00, Meri yang pamit mencari sinyal tidak pulang. Ibunya, Suik, pergi menyusul ke lokasi mencari sinyal tersebut, namun Meri tak ada di sana.

Belum yakin anaknya hilang, ibunya kemudian pergi ke kampung sebelah, namun sampai sekarang Meri belum ditemukan. Pencarian terus dilakukan.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *