Keluarga Korban Pembunuhan di Medan Jaya Minta Pelaku Dihukum Berat

PERNYATAAN - Mulyadi yang mewakili keluarga korban saat menghadiri konferensi pers Polres Kayong Utara di halaman Polres Kayong Utara, Selasa (3/11/2020).

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Keluarga AT, korban pembunuhan terencana di Desa Medan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, Kayong Utara menuntut kedua pelaku, AG dan AJ dihukum seberat-beratnya.

“Saya mewakili keluarga korban pembunuhan, menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku atas perbuatannya,” kata Mulyadi yang mewakili keluarga korban saat menghadiri konferensi pers Polres Kayong Utara di halaman Polres Kayong Utara, Selasa (3/11/2020).

Bacaan Lainnya

Dia puas dengan kinerja Response Cepat Tindak (Resppati) Satreskrim Polres Kayong Utara yang berhasil mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

“Saya beserta masyarakat Simpang Hilir merasa puas dengan kinerja aparat kepolisian dengan terungkapnya kasus pembunuhan ini,” tuturnya.

Mulyadi berpesan agar semua orang tua dapat menjadikan kasus ini sebagai pelajaran. Karena menurutnya, pergaulan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak negatif. Peran keluarga dan orang tua menjadi benteng utama dalam membentuk karakter anak.

“Kita kontrol anak-anak kita, saudara kita, dan membatasi pergaulan, karena pergaulan semakin bebas, inilah saya lihat motifnya,” pesannya.

Sebelumnya diberitakan, mayat wanita yang sempat menghebohkan warga Simpang Hilir, Kayong Utara di kebun pisang, ternyata adalah AT (23). Dia dibunuh AG dan AJ di sebuah rumah kosong di Desa Medan Jaya, Simpang Hilir. Alasannya, mereka ingin menguasai motor korban.

Kapolres Kayong Utara, AKBP Bambang Sukmo Wibowo menjelaskan, pembunuhan terjadi 29 September lalu. Saat itu, AG mendatangi rekannya, AJ untuk menghabisi AT di sebuah rumah kosong. Mereka sudah mempersiapkan cangkul dan lokasi untuk mengubur mayat korban.

AG jadi kepala jalan. Dia menghubungi AT, mengajak bertemu di rumah AJ. Silih berganti, ketiganya menuju rumah kosong. Di sana, ketika terjadi perbincangan antara AG dan AT, AJ datang dari belakang memiting korban. Dia kesulitan bernapas dan akhirnya meninggal.

Tahu rencana berjalan, AT lantas dikuburkan di kebun pisang warga.

“AG ini otak pembunuhan, karena AJ sendiri kawan akrab AG. Mereka membunuh AT dengan motif ingin menguasi motor milik AT,” kata AKBP Bambang Sukmo Wibowo, Selasa (3/11/2020).

Kasus ini terungkap berkat laporan keluarga yang kehilangan AT ke Polsek Simpang Hilir, 2 Oktober 2020. Sepuluh hari berselang, warga Simpang Hilir dihebohkan penemuan mayat wanita di sekitar kebun pisang milik warga.

“Ini jadi pelajaran kita, kalau ada apa pun permasalahan jangan menunggu 1×24 jam, laporkan saja ke Polsek atau Polres. Kami akan tetap merespon laporan masyarakat, semampu kami, kami tanggapi setiap laporan masyarakat,” pesannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *