Menag  Fachrul Razi Minta FKUB Bumikan Moderasi Beragama

Menteri Agama Fachrul Razi.(Istimewa)

JAKARTA, insidepontianak.com – Menteri Agama Fachrul Razi meminta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk terus berupaya membumikan moderasi di Indonesia, sehingga tercipta keharmonisan umat beragama.

“FKUB agar terus mengajak umat beragama untuk berpegang teguh pada esensi ajaran semua agama, yang selalu mengajak pada kehidupan yang damai, toleran, adil dan saling menghormati perbedaan,” kata Fachrul pada Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) FKUB 2020 yang diikuti peserta secara luring dan daring, dilansir dari Antaranews, Selasa (3/11/2020).

Bacaan Lainnya

Rakornas FKUB dibuka secara virtual oleh Presiden Joko Widodo. Sementara Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin memberi pidato kunci untuk acara tersebut dari kediamannya secara daring.

Menag Fachrul mengatakan selama ini pemerintah telah memfasilitasi keinginan masyarakat untuk membentuk forum koordinasi dan konsultasi yang kemudian dikenal dengan istilah FKUB.

FKUB, kata dia, memberdayakan peran strategis dari tokoh-tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat, khususnya majelis-majelis dan organisasi keagamaan. Forum tersebut dibentuk dalam rangka membangun, memelihara dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan serta kesejahteraan bersama.

Fachrul mengatakan sampai saat ini terbentuk 544 FKUB, terdiri dari 510 FKUB kabupaten/kota dan 34 FKUB provinsi di seluruh Indonesia. Rakornas FKUB 2020 mengangkat tema “Umat Rukun Indonesia Maju” yang berlangsung pada 3–5 November.

Menurut dia, kerukunan dalam keragaman harus terus dijaga, karena umat beragama yang rukun merupakan harapan seluruh masyarakat Indonesia yang plural.

“Keragaman perlu disyukuri. Keragaman tidak diminta, melainkan pemberian Tuhan, bukan untuk ditawar tapi untuk diterima. Di tengah keberagaman, alhamdulillah, Indonesia masih berdiri kokoh, bersatu terus bergerak maju, mengejar negara-negara maju lainnya di dunia. Dengan moderasi beragama, umat rukun, Indonesia maju. Salam kerukunan,” kata Menag.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *