Mobil Pemadam Kota Baru Ringsek Setelah Tabrakan Beruntun Saat Kebakaran di Gang Kayu Manis

DIANGKUT - Mobil Perkumpulan Pemadam Kebakaran Kota Baru (PPKKB) Pontianak ringsek di bagian depannya usai mengalami kecelakaan beruntun saat melaju menuju lokasi kebakaran di Gang Kayu Manis, Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak Barat, Selasa (3/11/2020). Mobil itu pun diangkut untuk dievakuasi.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Mobil pemadam kebakaran dari Perkumpulan Pemadam Kebakaran Kota Baru (PPKKB) Pontianak ringsek di bagian depannya usai mengalami kecelakaan beruntun saat melaju menuju lokasi kebakaran di Gang Kayu Manis, Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak Barat, Selasa (3/11/2020).

Peristiwa laka beruntun tersebut melibatkan empat kendaraan sekaligus yakni mobil pemadam, minibus Xenia, pikup dan sepeda motor. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas tersebut.

Bacaan Lainnya

Wakil Koordinator Lapangan PPKKB, Ahmad menceritakan saat itu petugas pemadam mendapatkan informasi adanya musibah kebakaran di Gang Kayu Manis, Pontianak Barat. Mereka langsung bergegas dan melaju kencang menuju ke lokasi dengan raungan sirene.

Saat sudah dekat dengan lokasi kebakaran, mobil pemadam yang dikemudikan oleh rekannya, Jimmy, tiba-tiba mengerem. Terdengar suara benturan. Ternyata mobil pikup yang ada di depannya berhenti mendadak sehingga tabrakan beruntun tidak terhindarkan.

“Sirene sudah dihidupkan. Untung saja karena di armada yang kecelakaan itu hanya ada sopir dan mesin saja. Tidak ada rekan yang menumpang di situ saat kecelakaan terjadi,” katanya.

Dalam peristiwa itu kata Ahmad, mobil pemadam menabrak pikup dari belakang sehingga membuatnya terdorong dan menabrak minibus, lalu minibus tersebut menabrak satu unit sepeda motor milik warga. Kaca mobil pemadam berhamburan ke aspal. Bagian depan mobil ringsek. Ahmad mengatakan semua kerugian akibat peristiwa itu diganti oleh pemadam sendiri.

“Kami ini bingung. Sudahlah berbuat untuk kepentingan sosial. Kena musibah seperti ini kami mengganti rugi sendiri,” katanya.

Ahmad sangat menyesalkan perilaku masyarakat yang enggan memberikan prioritas jalan kepada pemadam saat terjadi kebakaran. Dia menilai masyarakat kurang pro aktif. Saat terjadi kebakaran, malah banyak orang datang ke lokasi untuk menonton.

“Kami ini kalau terlambat dimarah. Kalau terlalu laju juga dianggap ugal-ugalan. Serba salah,” kata Ahmad yang juga sopir ambulans Yayasan Bhakti Suci tersebut menutup percakapan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *