Sarnawi Apresiasi Pengungkapan Kasus Pembunuhan Terencana di Medan Jaya

Ketua DPRD Kayong Utara, Sarnawi.

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Ketua DPRD Kayong Utara, Sarnawi mengapresiasi kinerja Polres Kayong Utara, khususnya tim Response Cepat Tindak (Resppati) Satreskrim Polres Kayong Utara yang berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang sempat membuat heboh masyarakat di Desa Medan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir.

Anggota kepolisian yang terlibat langsung dalam pengungkapan kasus ini disebutnya bekerja dengan keras, sehingga para pelaku dengan cepat berhasil ditangkap.

Bacaan Lainnya

“Atas nama pimpinan DPRD Kayong Utara, saya mengapresiasi Polres Kayong Utara, Kapolres Kayong Utara dan tim Resppati Polres Kayong Utara yang dipimpin saudara Dedi dan kawan-kawan yang telah berhasil mengungkap pelaku kriminalitas di wilayah kerja Polsek Simpang Hilir beberapa waktu lalu,” katanya.

Sarnawi berharap, pembunuhan di Desa Medan Jaya tidak kembali terulang. Selain itu dia turut prihatin kepada keluarga korban, dan meminta pihak Kepolisian dapat memproses hukum para tersangka sesuai perbuatannya.

“Kita serahkan semuanya kepada pihak hukum, biarkan proses hukum yang mengadili para tersangka. Kita harapkan hal ini tidak terjadi lagi di Kayong Utara, mari kita sama-sama menjaga keamanan di wilayah masing-masing,” pesan politikus Partai Demokrat ini.

Adapun anggota kepolisian yang mendapat penghargaan dari Kapolres Kayong Utara, AKBP Bambang Sukmo Wibowo atas keberhasilan pengungkapan kasus pembunuhan ini ialah Aipda Dedi Agus Rahmat Kanit I Sat Reskrim, kedua Brigpol Nickolaus Nopianto anggota Sat Reskrim, dan ketiga Bripka Arif Sugiarto dari Babhinkamtibmas Polsek Teluk Batang.

Sebelumnya diberitakan, mayat wanita yang sempat menghebohkan warga Simpang Hilir, Kayong Utara di kebun pisang, ternyata adalah AT (23). Dia dibunuh AG dan AJ di sebuah rumah kosong di Desa Medan Jaya, Simpang Hilir. Alasannya, mereka ingin menguasai motor korban.

Kapolres Kayong Utara, AKBP Bambang Sukmo Wibowo menjelaskan, pembunuhan terjadi 29 September lalu. Saat itu, AG mendatangi rekannya, AJ untuk menghabisi AT di sebuah rumah kosong. Mereka sudah mempersiapkan cangkul dan lokasi untuk mengubur mayat korban.

AG jadi kepala jalan. Dia menghubungi AT, mengajak bertemu di rumah AJ. Silih berganti, ketiganya menuju rumah kosong. Di sana, ketika terjadi perbincangan antara AG dan AT, AJ datang dari belakang memiting korban. Dia kesulitan bernapas dan akhirnya meninggal.

Tahu rencana berjalan, AT lantas dikuburkan di kebun pisang warga.

“AG ini otak pembunuhan, karena AJ sendiri kawan akrab AG. Mereka membunuh AT dengan motif ingin menguasi motor milik AT,” kata AKBP Bambang Sukmo Wibowo, Selasa (3/11/2020).

Kasus ini terungkap berkat laporan keluarga yang kehilangan AT ke Polsek Simpang Hilir, 2 Oktober 2020. Sepuluh hari berselang, warga Simpang Hilir dihebohkan penemuan mayat wanita di sekitar kebun pisang milik warga.

“Ini jadi pelajaran kita, kalau ada apa pun permasalahan jangan menunggu 1×24 jam, laporkan saja ke Polsek atau Polres. Kami akan tetap merespon laporan masyarakat, semampu kami, kami tanggapi setiap laporan masyarakat,” pesannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *