Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang, Tingkatkan Sanksi Bagi Pelanggar Tak Pakai Masker

SANKSI - Tiga orang yang tak mengenakan masker, terjaring operasi ketertiban yang dilakukan Satpol PP dan dihukum sosial dengan mengenakan tulisan taat pakai masker. (Foto/Propim)

SINTANG, insidepontianak.com – Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, melakukan razia dan penegakan warga yang tak pakai masker di Tugu Bambu Runcing Jalan MT Haryono Sintang, Selasa (3/11/2020).

Penegakan aturan penanganan Covid-19, sesuai dengan Peraturan Bupati Sintang Nomor 60 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Sintang

Bacaan Lainnya

Koordinator Bidang Penegakan Hukum dan Pendisipilinan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang, juga Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten, Sintang Martin Nandung menjelaskan, pihaknya sejak 1 November 2020 sudah memutuskan untuk meningkatkan sanksi bagi pelanggar Perbup tersebut.

“Mengingat masih banyak masyarakat yang belum disiplin menggunakan masker, maka kita naikan sanksi bagi pelanggar,” ucap Martin.

Selama Oktober 2020, pihaknya hanya mendata pelanggar dan sanksi foto dengan kertas dengan tulisan. Maka, sejak 1 November 2020, sanksinya dinaikkan lagi pada sanksi sosial lain. Seperti menyapu jalan dengan memakai rompi khusus selama 15 menit. Sanksi fisik berupa push up, menghafal teks Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta foto dengan dengan kertas bertuliskan ‘Saya berjanji akan selalu menggunakan masker saat keluar rumah’.

“Yang bersangkutan memakai rompi orange,” terang Martin.

Razia kali ini, Tim Satgas Covid-19 mengerahkan 56 personil, terdiri dari anggota Satpol PP, Kodim 1205 Sintang, Polres Sintang, BPBD, BKPSDM, Dinas Kesehatan, Denpom, Inspektorat dan mahasiswa Unka.

“Saya saat apel sebelum berangkat ke lokasi razia, sudah memberikan arahan agar seluruh anggota satgas yang melalukan razia, mengedepankan sikap tegas humanis,” ujarnya.

Dari 56 orang, dia membagi jadi dua kelompok di sekitar tugu bambu runcing. Razia sejak pukul 09.15 WIB hingga pukul 12.00 WIB, Tim Satgas menindak 60 orang pelanggar. Ada 49 orang pengguna jalan tidak menggunakan masker sama sekali, dan 11 orang menggunakan masker tetapi posisi maskernya tidak benar.

Razia kepada pengguna jalan roda dua dan empat tersebut, pihaknya memberikan masker dan imbauan protokol kesehatan. Para pelanggar Peraturan Bupati Sintang juga didata. Tidak menutup kemungkinan, Tim Satgas meningkatkan sanksi lagi, jika kesadaran masyarakat menggunakan masker belum meningkat.

“Maka saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sintang, untuk memakai masker jika keluar rumah, dan menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin,” ucapnya.

Penerapan sanksi administrasi, berupa uang sangat mungkin diterapkan, jika masayarakat belum disiplin menggunakan masker, dan angka penularan covid-19 semakin meningkat.

Ia menegaskan, hingga kini pihaknya belum membedakan jenis masker yang digunakan oleh masyarakat. “Yang penting pakai masker. Mau pakai masker medis silakan, masker kain juga silakan. Yang penting pakai masker dengan benar, maka tidak akan diberikan tindakan,” tegas Martin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *