Modus Beli Telur dan Iming-iming Uang, Kakek 72 Tahun Perkosa Bocah 9 Tahun di Mempawah

BAP - Kakek pelaku pemerkosa bocah kelas 3 SD di Mempawah menjalani BAP di Polres Mempawah, kemarin.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Dengan modus membeli telur dan korbannya diberi uang Rp10 ribu, seorang kakek berusia 72 tahun memperkosa bocah kelas 3 Sekolah Dasar (SD) yang masih berusia 9 tahun di Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah.

“Fakta itu terungkap ketika pihak kepolisian melakukan BAP kepada pelaku. Dia mengakui telah melakukan persetubuhan kepada korbannya,” kata Kapolsek Siantan, IPTU Rahmad Kartono, Rabu (4/11/2020).

Bacaan Lainnya

Diketahui, kakek bau tanah tersebut ditangkap polisi pada Senin (2/11/2020) kemarin atas laporan dari orang tua korban.

“Motifnya pelaku ini tidak mampu menahan hawa nafsunya ketika melihat dua anak perempuan bermain dekat pondok ladang miliknya. Dia kemudian berniat melakukan persetubuhan,” katanya.

Padahal kata IPTU Rahmad Kartono, pelaku masih mempunyai istri yang berdomisili di Kota Mempawah. Namun sudah tidak tinggal bersama lagi. Perbuatan bejat pelaku kepada korban diakuinya hanya sekali saja.

Kasus tersebut kini sudah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan. Tahap 1 tersebut membuat pihak kepolisian harus berkoordinasi dengan Jaksa terkait berkas-berkas yang harus dilengkapi sebelum masuk ke Tahap 2.

Sebelumnya diberitakan, dengan iming-iming uang Rp10 ribu, kakek tua berusia 72 tahun tega memperkosa bocah kelas 3 Sekolah Dasar yang masih berusia 9 tahun di Kecamatan Jongkat.

Pelaku melancarkan aksi bejatnya Jumat, 30 Oktober lalu sekira pukul 09.00 pagi WIB. Polisi berhasil meringkus pelaku atas laporan dari orang tua korban yang merasa tidak terima dengan perbuatan bejat pelaku, Senin (2/11/2020) pukul 22.00 malam.

Kapolsek Siantan, Iptu Rahmad Kartono mengatakan peristiwa bejat tersebut bermula dari kedua orang tua pelaku yang pergi bekerja di sawah pada pukul 06.00 pagi. Saat itu korban masih tidur di kamarnya.

“Selesai menanam padi di sawah, orang tua korban pulang ke rumah sekitar pukul 10.30, namun korban tidak ada di rumah. Setengah jam berselang, korban datang membawa uang Rp10 ribu,” katanya.

Orang tua korban lantas mempertanyakan asal muasal uang tersebut. Korban mengakui bahwa uang tersebut diberikan oleh pelaku usai melakukan pemerkosaan.

“Pelaku kami ringkus saat berada di salah satu warung kopi ketika hendak pergi ke rumah kerabatnya,” katanya.

Pelaku dijerat dengan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara. (Yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *