Joe Biden Prediksi akan Menang pada Pilpres AS 2020

Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden.(net)

insidepontianak.com – Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden pada Rabu, 4 November 2020 kemarin memprediksi kemenangannya atas Presiden Donald Trump dalam Pemilu AS yang berlangsung saat ini.

Hal itu diungkapkan Biden, setelah memenangkan hasil pemilihan di dua negara bagian AS yang sebelumnya dianggap kritis.

Bacaan Lainnya

Sementara, sang petahana dari Partai Republik, Donald Trump menuduh hasil dari Biden itu penipuan.

Atas tuduhan tersebut, Trump akan mengajukan gugatan dan menuntutnya secara hukum dan meminta penghitungan ulang dalam persaingannya dengan Biden di Pemilu AS, meski belum diputuskan perolehan akhirnya saat voting ditutup.

Sambil mengumumkan kemenangannya ke publik, Biden juga meluncurkan situs web untuk transisi ke Gedung Putih yang dikendalikan Demokrat.

Timnya menyebut, situs tersebut bernama buildbackbetter.com dan menyatakan bahwa ‘Administrasi Biden-Harris dapat mulai bekerja pada hari pertama’.

“Amerika jauh lebih kuat daripada apa pun yang dapat memisahkan kita,” ujar Biden kepada publik, didampingi pasangannya, Kamala Harris di negara bagian asalnya, Delaware, Rabu 3 November 2020, dikutip dari laman Reuters.

Pada saat ini, tak termasuk Wisconsin, tempat Trump menuntut penghitungan ulang, Edison Research mengatakan Biden unggul 243 poin, dengan Trump sebesar 213 poin dalam pemungutan suara Electoral College, yang sebagian besar didasarkan pada populasi negara bagian.

Saat sang petahana menghabiskan waktu seharian untuk menyuarakan keluhannya melalui media sosial Twitter, Joe Biden berjanji untuk memerintah sebagai pemersatu AS jika ia menang dalam Pemilu ini.

“Apa yang menyatukan kita sebagai orang Amerika jauh lebih kuat daripada apa pun yang dapat memisahkan kita,” ujar Biden kepada publik, didampingi pasangannya, Kamala Harris di negara bagian asalnya, Delaware, Rabu 3 November 2020, dikutip dari laman Reuters.

Pada saat ini, tak termasuk Wisconsin, tempat Trump menuntut penghitungan ulang, Edison Research mengatakan Biden unggul 243 poin, dengan Trump sebesar 213 poin dalam pemungutan suara Electoral College, yang sebagian besar didasarkan pada populasi negara bagian.

Joe Biden (77) yang juga mantan wakil presiden dengan lima dekade dalam kehidupan publiknya, diproyeksikan oleh jaringan televisi untuk memenangkan negara bagian Michigan dan Wisconsin di Midwestern yang menjadikannya dorongan untuk harapannya menghuni Gedung Putih pada 20 Januari nanti.

Sedangkan, Donald Trump (74) yang telah memenangkan kedua negara bagian pada tahun 2016 silam, sekarang ia hanya punya sedikit opsi untuk mengamankan masa jabatan empat tahun keduanya.

Trump berharap, untuk dapat menghindari kekalahan menjadi Presiden Petahana AS pertama, sejak pemilihan ulang era George HW Bush pada tahun 1992 silam.(**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *