Laskar Pemuda Melayu Protes Pembuatan Warung Kopi di Rumah Budaya Melayu Mempawah

RESMIKAN - Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi (kiri) bersama Ketua MABM, Ria Mulyadi saat peresmian warung kopi di Rumah Budaya Melayu Mempawah, Rabu (4/11/2020). HUMAS PEMDA

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Diresmikannya warung kopi di Rumah Budaya Melayu oleh Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, Rabu (4/11/2020) kemarin menuai protes dari organisasi kemasyarakatan. Salah satunya Laskar Pemuda Melayu (LPM) Mempawah.

Sekretaris DPD LPM Kabupaten Mempawah, Mohlis Saka menilai, sangat tidak etis jika Rumah Budaya Melayu dijadikan tempat usaha warung kopi. Sebagai orang yang cinta kepada budaya Melayu, Rumah Budaya Melayu adalah tempat yang sakral dan patut dijaga marwahnya.

Bacaan Lainnya

“Aneh sekali jika Rumah Budaya Melayu Mempawah dijadikan warung kopi,” katanya, Kamis (5/11/2020).

Mohlis mengatakan, Rumah Budaya Melayu adalah tempat berdiskusi dan tempat pertemuan yang membahas hal-hal terkait budaya Melayu. Sudah semestinya jadi tempat yang dapat memperkenalkan identitas suku Melayu kepada generasi muda.

“Menjadikan Rumah Budaya Melayu sebagai warung kopi itu bukan ide yang tepat,” katanya.

Dia mengatakan masih banyak cara untuk menjadikan Rumah Budaya Melayu lebih bermanfaat bagi masyarakat luas. Seperti disewakan sebagai tempat resepsi masyarakat Melayu.

“Jika ingin membuat unit kerja, jual saja pernak-pernik Melayu, masih banyak cara yang elegan,” katanya.

Dia mengatakan, Rumah Budaya Melayu adalah milik seluruh elemen masyarakat Melayu di Kabupaten Mempawah. Dalam penggunaannya harus mementingkan seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya mengakomodir kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

“Saya mendesak, pembuatan warung kopi di Rumah Budaya Melayu dievaluasi,” kata Mohlis Saka.

Sebelumnya, dalam sambutannya saat meresmikan warung kopi tersebut, Wabup Mempawah, Muhammad Pagi mengatakan warung kopi tersebut merupakan program kerja Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Mempawah.

“Ini adalah program yang strategis dan bisa mendongkrak ekonomi organisasi. Pemerintah Daerah tentu sangat mendukung,” katanya melalui rilis resmi yang diterima insidepontianak.com.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *