Perjuangan Loper Koran Pontianak di Tengah Pandemi Covid- 19

Loper koran Pontianak, Umar.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Di tengah pandemi Covid-19, salah seorang loper koran Pontianak, Umar (41) masih harus keliling warung kopi demi mencari nafkah keluarga. Umar yang sejak 2008 terjun menjadi loper ini tidak memiliki pilihan lain.

Keramaian di Pontianak menjadi ladang subur bagi dirinya. Namun karena kebijakan pemerintah di masa pandemi, memaksa dirinya mengikat pinggang lebih terik.

Bacaan Lainnya

“Covid ini sekarang serba susah, tapi saye rudu (jalani) jak, demi kebutuhan hidup. Sekarang ini sampai jam enam, Magrib baru habis koran,” tutur Umar saat ditemui di salah satu warkop di Jalan Gajah Mada, Minggu (8/11/2020).

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Pontianak menerapkan beberapa aturan guna menekan sebaran Covid-19. Seperti melakukan penutupan akses di Jalan Gajah Mada, dan pembatasan aktivitas malam. Sebagai daerah pusat warung kopi, tempat Umar meloper, pendapatannya pun terganggu.

“Kemarin Kota Pontianak jadi kota hantu, tidak ada orang keluar, toko-toko Gajah Mada tutup karena takut ada corona,” ungkapnya.

Untuk menjaga diri, dia selalu keliling dengan menggunakan masker. Tak dilepas, berpindah dari satu meja warkop ke meja lainnya.

Bapak dua anak ini berharap pandemi segera berlalu. Tidak sedikit rekannya berhenti jualan koran.

“Banyak kawan-kawan yang berhenti, yang masih anak-anak lah ya, karenakan mereka belum ada pelanggan tetap, kalau saya alhamdulillah adalah,” tuturnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *