30 Tahun Lebih Tanpa Konflik Etnis, Semudun Jadi Desa Sadar Kerukunan

Kepala Desa Semudun, M. Yusuf YK.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Desa Semudun, Kecamatan Sungai Kunyit terpilih sebagai desa sadar kerukunan tahun 2020 di Kabupaten Mempawah. Peluncuran program sadar kerukunan tersebut akan dilakukan Rabu, 11 November mendatang. Sebelumnya, acara dijadwalkan Agustus lalu. Namun ditunda karena pandemi Covid-19.

Agenda yang dicanangkan oleh Kementerian Agama dan dikerjakan oleh Kemenag Kabupaten Mempawah tersebut merupakan bukti bahwa di Semudun, masyarakat hidup damai dan tenteram secara berdampingan.

“Suku, agama, ras, dan antargolongan di Desa Semudun tidak pernah terjadi konflik selama kurang lebih 30 tahun terakhir ini,” kata Kepala Desa Semudun, M. Yusuf YK, Senin (9/11/2020).

Di Semudun kata dia, toleransi masyarakat antarsuku dan umat beragama cukup tinggi. Salah satunya kelenteng yang berdiri kokoh berdampingan dengan masjid di kawasan Pasar Semudun.

“Selama ini kami masyarakat Desa Semudun membaur. Setiap ada kegiatan hari besar keagamaan semua masyarakat berpartisipasi saling bantu,” katanya.

M. Yusuf menceritakan, sekitar 30 tahun lalu, masyarakat di sana sudah berkomitmen. Saat itu warga lokal diwakili oleh seorang sepuh bernama H. Muhammad Sirin. Sedangkan warga Tionghoa diwakili sepuh mereka bernama Yu Nam Cong.

“Keduanya sepakat menjaga kerukunan umat beragama di Desa Semudun. Hingga saat ini belum pernah terjadi konflik antaretnis,” katanya.

Terakhir dia mengatakan, program kerukunan umat beragama tersebut sebagai contoh bagi desa lain betapa pentingnya menjaga kerukunan antarsesama.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *