Praktisi Hukum Kalbar Sarankan Mahasiswa Ajukan Judicial Review Omnibus Law

Praktisi hukum Kalbar, Andel. (Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Aliansi Mahasiswa Amanat Penderita Rakyat (Ampera) kembali menggelar aksi demo menolak Undang-undang (UU) Omnibus Law di depan Kantor Gubernur Kalimantan Barat dan Pendopo Gubernur, Selasa (10/11/2020).

Praktisi Hukum Kalimantan Barat, Andel menanggapi aksi tersebut. Menurutnya lebih baik mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) ketimbang berdemo.

Bacaan Lainnya

“Semestinya adik-adik mahasiswa menghentikan dan tidak lagi melakukan unjuk rasa karena UU Omnibus Law sudah disahkan,” ujar Andel, Selasa (10/11/2020).

Soal pendapat terhadap pasal-pasal yang dianggap sangat merugikan kepentingan masyarakat oleh mahasiswa, dapat dilakukan dengan menempuh jalur hukum tersebut.

“Ini bisa dilakukan melalui salah satu perwakilan. Ini adalah cara yang terbaik untuk menyampaikan persoalan tersebut dan bukan dengan cara melakukan demo,” ucapnya.

Ia berharap kepada para mahasiswa supaya fokus terhadap kegiatan perkuliahan di kampus. Karena menyampaikan pendapat atas UU Omnibus Law yang sudah disahkan, dilakukan dengan cara berdemo dapat menimbulkan kerugian terhadap masyarakat.

Selain itu juga akan rentan terhadap penyebaran Covid-19. Sebab para pendemo atau pengunjuk rasa belum tentu menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Selain itu pula masyarakat pengguna jalan juga terganggu atau terhambat akibat pelaksanaan demo tersebut.

“Kemudian, untuk menjaga ketertiban, keamanan terhadap para pendemo, negara juga mengengeluarkan biaya untuk itu,” katanya.

Andel berharap para mahasiswa tidak melakukan demo lagi dan harus membantu pihak keamanan khususnya Kapolda Kalimantan Barat, Pangdam XII Tanjungpura dan Kapolresta Pontianak yang selalu menurunkan anggotanya untuk menjaga kelangsungan keamanan para pedemo supaya bisa pulang dengan damai.

“Selain itu pula kita harus bantu Bapak gubernur, wali kota, yang selalu menyerukan serta mengingatkan supaya menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” katanya.

Maka itu, menurutnya dengan tidak berdemo telah membantu pencegahan tersebarnya Covid-19.

“Semoga adik-adik mahasiswa, pihak keamanan, pemerintahan serta semua masyarakat selalu sehat dan terlindungi,” harapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *