Warga Pontianak Klaim Ahli Waris 154 Hektar Tanah Pulau Temajo

MEDIASI - Mediasi klaim ahli waris tanah di Pulau Temajo yang dilakukan di Kantor Desa Sungai Kunyit, Senin (9/11/2020) kemarin.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Sejumlah orang yang mengaku sebagai ahli waris tanah di Pulau Temajo, Desa Sungai Kunyit Laut, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah mendatangi Kantor Desa Sungai Kunyit, Senin (9/11/2020) kemarin.

Mereka mengaku memiliki sebidang tanah yang luasnya sekitar 154 hektar dan belum memiliki sertifikat di pulau yang menjadi salah satu objek wisata terkenal di Kabupaten Mempawah tersebut. Pihak ahli waris tersebut meminta dibuatkan Surat Pernyataan Tanah (SPT).

Padahal, menurut Kepala Desa Sungai Kunyit Laut, Suhaimi, tanah yang dimaksud oleh ahli waris tersebut sudah digarap oleh masyarakat lokal dan memiliki surat menyurat berupa SPT dan sertifikat.

Suhaimi menolak untuk membuat SPT baru bagi ahli waris yang mengklaim mereka adalah pemilik tanah yang sah.

“Bukannya saya ingin menghambat proses pembuatan SPT ini, saya sarankan alangkah baiknya ahli waris selesaikan dulu permasalahan yang ada di atas lahan itu. Karena kenyataannya sudah ada sejumlah masyarakat lokal yang memiliki SPT. Apalagi posisi saya baru menjabat,” katanya.

Suhaimi mengatakan, dari banyak ahli waris tanah di Pulau Temajo, diantaranya ada yang memegang SPT yang menerangkan tanah tersebut mereka rintis sejak tahun 1970 an.

“Guna menghindari tumpang tindih saya belum bisa menerbitkan SPT yang diminta oleh ahli waris dari Pontianak ini. Saya mengakui kelemahan di Desa ini yang mana tidak ada arsip terkait SPT sebelumnya. Bahkan saya harus jemput bola kepada pemilik SPT di Pulau Temajo ini,” katanya.

Suhaimi mengatakan, Pemerintah Desa berniat melakukan mediasi antara ahli waris baru yang ingin membuat SPT Pulau Temajo ini dengan ahli waris yang sudah terlebih dahulu mempunyai SPT di atas lahan tersebut.

“Saya dengar beberapa orang yang menduduki Pulau Temajo ada yang sudah membuat sertifikat. Maka dari itu saya usulkan agar dilakukan mediasi terlebih dahulu dengan semua pihak yang terkait dengan Pulau Temajo ini,” katanya.

Mediasi dilakukan di Kantor Desa Sungai Kunyit Laut dihadiri oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Mempawah, Ito Aziz. Sejumlah ahli waris dan warga yang memegang surat menyurat tanah di Pulau Temajo juga turut hadir.

Ito Aziz mengatakan, pihaknya dari Kejaksaan Negeri Mempawah dalam mediasi tersebut berperan sesuai tupoksinya. Mereka menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya permasalahan tanah waris di Pulau Temajo tersebut.

“Karena ada pengaduan, kami berkewajiban ikut berpartisipasi menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai ada kesalahan prosedural di Pemerintahan Desa. Ini juga berkaitan dengan pelayanan kami kepada masyarakat,” katanya.

Dia mengatakan, dalam mediasi tersebut, ahli waris dari Pontianak tersebut ingin membuat sertifikat tanah. Salah satu persyaratan yang harus mereka penuhi adalah membuat SPT.

“Ahli waris di Pontianak ini ingin mengamankan tanah miliknya. Dengan membuat sertifikat agar dah kepemilikannya. Sebelum mengajukan pembuatan sertifikat maka dibuatlah SPT terlebih dahulu,” sambungnya.

Ito Aziz mengatakan, SPT adalah surat pernyataan, bukan bukti kepemilikan.

“SPT adalah surat pernyataan, bukan bukti kepemilikan. SPT adalah salah satu syarat pengajuan sertifikat, agar jelas asal usul tanah tersebut darimana,” katanya.

Sementara, ahli waris yang berasal dari Pontianak yang meminta penerbitan SPT kepada Kepala Desa Sungai Kunyit Laut menolak diwawancarai. “Masalah ini belum selesai, nanti saja,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *