Cuitan Medsos Undang Kemarahan Sekelompok Orang, Warga Semudun Dijemput Polisi

ilustrasi.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Seorang oknum warga Desa Semudun, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah diamankan polisi. Pria berinisial EG itu diamankan polisi usai cuitan di media sosial Facebook yang mengundang kemarahan sekelompok orang.

Diketahui, sekelompok massa mendatangi kediaman warga Semudun tersebut, Selasa (10/11/2020) malam. Mereka mencari pemilik akun Facebook EG untuk meminta klarifikasi atas cuitan di media sosial yang di dalamnya dikomentari oleh seseorang dengan akun Facebook bernama Golden Sky.

Bacaan Lainnya

“Komentar akun Facebook Golden Sky tersebut mengarah kepada ujaran kebencian (hate speech). Malam itu sejumlah massa datang ke kediaman EG dan tiba-tiba situasi tidak terkendali sehingga terjadilah pengrusakan,” kata saksi mata warga Kecamatan Sungai Kunyit, Maman Suratman, Kamis (12/11/2020).

Maman mengatakan, situasi malam itu ada ratusan orang datang ke kediaman EG. Mereka mencari EG namun tidak ketemu. Sebab EG sudah dibawa ke Polres Mempawah. Massa yang kandung emosi, merusak rumah EG.

“Peristiwa itu bukan hanya saya sendiri yang melihat, anggota kepolisian dari Polsek Sungai Kunyit juga bersama saya saat itu. Saya tidak tahu siapa saja yang melakukan pengrusakan karena situasi sedang tidak terkendali,” katanya.

Atas kejadian itu, Maman berpesan kepada masyarakat Kabupaten Mempawah agar tidak melontarkan kata-kata yang berpotensi mengganggu kerukunan suku agama, ras dan antargolongan. Apalagi Desa Semudun telah ditetapkan sebagai Desa Sadar Kerukunan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Kalbar.

“Postingan yang dilakukan EG di media sosialnya yang diunggah sekitar pukul 14.00 WIB menuai beberapa komentar. Salah satu netizen yang berkomentar memicu situasi yang kurang kondusif di masyarakat,” kata Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP M. Resky Rizal.

Kasat Reskrim mengatakan, unggahan tersebut berdampak di dunia maya dan kehidupan sosial masyarakat. Pihak kepolisian telah meminta klarifikasi kepada EG dan saat ini masih melakukan pendalaman.

“Sudah ada tiga orang saksi yang kita periksa. Sejumlah orang yang berkomentar akan kita panggil juga untuk dimintai keterangan,” katanya.

Lebih jauh dia mengatakan, dalam penanganan perkara tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Kalbar. Dia berharap dengan kejadian ini masyarakat bisa bijak bermedia sosial.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *