Lockdown ala Sadaniang, Bikin Bersih dari Covid-19

ilustrasi.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Kasus positif virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Mempawah mencapai 170 orang. Dari total enam kecamatan, hanya Sadaniang yang belum terpapar dan masih zona hijau.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kabupaten Mempawah, Jamiril mengatakan salah satu penyebabnya karena faktor pekerjaan dan adat istiadat di sana.

“Kecamatan Sadaniang menjadi satu-satunya wilayah di Kabupaten Mempawah yang zona hijau. Mungkin karena sebagian besar masyarakat di sana adalah petani dan jarang kontak dengan orang luar,” katanya, Kamis (12/11/2020).

Jamiril mengatakan, Kecamatan Sadaniang jarang dikunjungi oleh warga luar daerah. Tidak seperti Kecamatan Mempawah Hilir dan Kecamatan Sungai Pinyuh yang banyak orang terkonfirmasi positif karena wilayah perlintasan.

“Lihat saja, paling banyak kasus orang terkonfirmasi Covid-19 ada di Kecamatan Mempawah Hilir dan Sungai Pinyuh. Sebab itu wilayah perlintasan dan tempat singgah orang luar,” katanya.

Jamiril mengatakan, Kecamatan Sadaniang bisa dikatakan bebas atau aman dari Covid-19 karena didukung oleh faktor kepatuhan masyarakat yang masih kental adat istiadat.

“Di Sadaniang, warga masyarakat patuh kepada adat istiadat ‘balalak‘. Itu kurang lebih seperti lockdown. Sehingga orang luar dilarang masuk karena ada pantangan,” katanya.

Selain itu sambung dia, bagi masyarakat yang melanggar adat istiadat ‘balalak‘ tersebut akan di sanksi hukum adat.

“Aktivitas sehari-hari masyarakat bertani dan berkebun. Jadi mereka tidak punya banyak waktu untuk bepergian ke luar daerah. Terutama daerah yang zona merah,” ungkapnya.

Senada dengan itu, anggota DPRD Mempawah dapil Sadaniang, Subandio sepakat jika Sadaniang bukan jalur perlintasan yang menjadikan risiko penularan Covid-19 minim di sana.

“Memang benar Sadaniang bukan jalur lalu lintas antarkabupaten atau kota. Sehingga keluar masuk orang luar di sana tidak banyak seperti kecamatan lain contohnya Mempawah Hilir dan Sungai Pinyuh,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *