Masyarakat Sebut Infrastruktur Buruk, Citra Duani: Sudah Dikerjakan, Jangan Gagal Paham

GOTONG-ROYONG - Warga bergotong-royong menampal jalan berlubang di sekitar Jalan Bhayangkara, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kayong Utara beberapa waktu lalu.

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Salah satu masyarakat Kayong Utara, Juminggu kecewa dua tahun kepemimpinan Bupati Kayong Utara, Citra Duani. Menurutnya, beberapa infrastruktur jalan semakin buruk. Baik yang berstatus kabupaten maupun provinsi. Beberapa yang dibangun pun berkualitas buruk, sehingga tidak dapat bertahan lama.

“Contoh insfrastruktur jalan, jangan jalan yang berstatus provinsi, yang sudah jelas jalan kabupaten sendiri banyak yang belum dibangun. Adapun yang sudah dibangun rendah kualitas, dikarenakan lemah pengawasan,” terang Juminggu, Kamis (12/11/2020).

Bacaan Lainnya

Akses jalan yang buruk berdampak terhadap pendapatan ekonomi masyarakat. Sebagian besar masyarakat Kayong Utara menggantungkan hidup dari pekerjaan nelayan, bertani, dan perkebunan. Jalan buruk bikin mereka sulit jual hasil. Belum lagi urusan air bersih yang tak kunjung kelar. Warga masih harus mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapatkannya.

Bupati Kayong Utara, Citra Duani membantah. Sejak tahun 2018 lalu, berbagai kegiatan pembangunan penunjang kesejahteraan masyarakat sudah dilakukan. Misalnya pembangunan infrastruktur dasar, dan kebutuhan air bersih di Kecamatan Seponti.

“Sebenarnya perlu diluruskan, selama ini sudah kita lakukan bertahap berbagai pembangunan insfrastruktur dasar, untuk air bersih di Seponti melalui Pamsimas kerja sama dengan Kementerian ESDM. Sudah dibangun sumur bor tahun 2019 di Desa Sungai Sepeti, Kecamatan Seponti, Kecamatan Teluk Batang, Sungai Paduan, di Pulau Maya dari tahun 2018 penyambungan pipa air ke rumah-rumah,” terang Citra Duani.

Di tahun 2020 ini, Pemda Kayong Utara juga sudah menganggarkan pembangunan pipa air baku dari sumber air pegunungan Sukadana. Sedangkan untuk Kecamatan Simpang Hilir, Pemda Kayong Utara sudah mengusulkan pembangunan pipa air bersih.

“Termasuk dari Lubuk Tapah Gunung Tambak Rawang sedang dikerjakan untuk distribusi ke Simpang Hilir,” katanya.

Untuk tahun 2021, sudah diusulkkan ke Balai Air pembangunan air bersih dari Sungai Belaban Gunung Palung ke Simpang Hilir. Detail Engginering Desain (DED) sudah selesai tahun 2019.

“Mudah-mudahan disetujui Kementerian PUPR melalui dana DAK,” harapnya.

Selain air bersih, Citra Duani juga mengklaim pembangunan infrastruktur dasar di enam kecamatan berjalan. Di antaranya peningkatan jalan Pulau Maya, Kamboja Baru, yaitu dari Tanjung Lumpur Batu Malang ke Dusun Kecil, jalan Transmigrasi Satai.

Sedangkan untuk Kepulauan Karimata, yaitu Jalan Pelapis. Sedangkan Kecamatan Seponti di tahun 2019 lalu peningkatan jalan aspal di Desa Podorukun. Kecamatan Sukadana sendiri, di Jalan Sungai Gali, Desa Pangkalan Buton. Tahun ini dikerjakan jalan rintisan baru guna mempercepat rentang kendali dari Batu Barat ke Matan, sedangkan Kecamatan Teluk Batang sendiri sebagian ruas jalan yang sudah dibangun.

“untuk rincian lebih jelas ada di PUPR. Sebenarnya masih banyak lagi, minta data yang lengkap dengan PU, supaya publik tidak gagal paham,” pesannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *