Pemkab Sanggau Bagikan 39 Ribu Masker Sekaligus Kampanyekan 3M

SOSIALISASIKAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama organisasi masyarakat menggelar kampanye 3M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak sebagai upaya mencegah penularan Covid-19, Kamis (12/11/2020).

SANGGAU, insidepontianak.com – Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-56 Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama organisasi masyarakat menggelar kampanye 3M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak sebagai upaya mencegah penularan Covid-19, Kamis (12/11/2020).

“Pada kesempatan kampanye 3M ini, kami juga membagikan masker kepada masyarakat, organisasi masyarakat dan institusi-institusi untuk semua kecamatan di Kabupaten Sanggau. Ada 39 ribu masker yang kami bagikan,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Ginting.

Bacaan Lainnya

Ginting menyebut, kampanye 3M tidak akan berhenti pada momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional. Tetapi akan terus berlanjut agar masyarakat semakin menyadari pentingnya menerapkan pola 3M.

“Kampanye 3M tidak berhenti pada hari ini (kemarin, red) saja. Tapi akan terus secara berkesinambungan. Sasarannya rumah ibadah, pasar, terminal atau tempat-tempat umum lainnya,” ucapnya.

Kampanye 3M ini memang sudah direncanakan. Hanya saja secara kebetulan terjadi lonjakan kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Sanggau tertanggal 10 November 2020.

“Sebetulnya kegiatan hari ini (kemarin, red) sudah direncanakan sebelumnya, mulai tanggal 12 November kita kampanyekan 3M secara total. Tidak hanya pakai masker, tidak hanya jaga jarak, tidak hanya mencuci tangan. Tapi 3M total,” imbuhnya.

Menurut Ginting, kepatuhan masyarakat memakai masker dan mencuci tangan pakai sabun sudah lumayan baik. Hanya saja soal jaga jarak dan berkerumunan perlu menjadi perhatian serius.

“Soal jaga jarak dan berkerumunan ini menjadi fokus kita ke depan,” katanya.

Pemkab Sanggau telah memiliki Mobil Polymerase Chain Reaction (PCR) keliling atau Mobile Combat PCR (Covid-19), namun hingga saat ini belum difungsikan. Ginting mengatakan, rencananya mobil PCR itu baru akan difungsikan pada pekan depan.

“Mobil PCR dibutuhkan pelatihan, satu dua hari ini selesai. Setelah itu kita operasionalkan, minggu depanlah,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *