Sutarmidji Laporkan Peserta Aksi Tolak Omnibus Law, Polisi: Analisis Kita Pasal Penghinaan terhadap Penguasa

LAPOR - Gubernur Kalbar, Sutarmidji melaporkan penghiaan atas dirinya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Mapolresta Pontianak, Kamis (12/11/2020) siang.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Meski telah meminta maaf secara terbuka, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji tetap menyeret pendemo aksi Tolak Omnibus Law yang memakinya ke jalur hukum. Mantan Wali Kota Pontianak itu, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Mapolresta Pontianak, Kamis (12/11/2020) siang. Dia membawa bukti video yang berisikan perkataan tidak menyenangkan oleh salah satu massa aksi saat demo, 10 November 2020.

“Sudah dilaporkan tadi, sekitar pukul 10.45 WIB,” kata Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan analisis sementara polisi, laporan itu masuk pasal 207 KUHP yang berbunyi, “barang siapa dengan sengaja di muka umum baik secara lisan atau tulisan melakukan penghinaan kepada penguasa, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.”

“Kalau perbuatan tidak menyenangkan ini masukknya ke 310 KUHP dan pribadi. Inikan bukan pribadi tapi jabatan,” terangnya.

Seperti yang diketahui, salah seorang peserta demo berinisial PD telah meminta maaf secara terbuka kepada Gubernur Kalbar Sutarmidji. Dalam video berdurasi 32 detik yang beredar di dunia maya, Rabu (11/11/2020) sore. Dia maaf atas perkataannya yang bernuansa immoral dan membuat Gubernur merasa tidak berkenan.

“Saya meminta maaf dan mengaku menyesal atas perkataan saya yang bernuansa immoral dan tidak berkenan. Sekali lagi saya mohon maaf, mari bersama-sama kita bersinergi membangun Kalbar,” pungkasnya.

Selasa, 10 November 2020 lalu, Aliansi Mahasiswa Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera) kembali turun ke Kantor Gubernur Kalbar untuk mempertanyakan konsistensi Sutarmidji dalam menolak Ombinus Law. Saat itu massa dapat kabar Gubernur ada di Pendopo Gubernur. Mereka pun jalan kaki ke Pendopo Gubernur, namun yang dicari tak ditemui. Dalam aksi tersebut, terekam seorang peserta aksi yang memaki gubernur. Video itu viral semalaman.

Ketika diwawancara esoknya, Sutarmidji beralasan ketika demo berlangsung dia tengah mengikuti acara virtual Kementerian LHK perihal program TORA. Dia pun menyatakan akan melaporkan peserta aksi yang memaki dirinya. Namun hal itu akan diurungkan bila yang bersangkutan memohon maaf secara terbuka. Walau permohonan maaf disampaikan, Sutarmidji tetap melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *