Gubernur Sutarmidji Seret Pedemo Bawah Umur ke Jalur Hukum, KPPAD Beri Dampingan

  • Bagikan
Ketua KPPAD, Eka Nurhayati Iskak.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji bersih kukuh memolisikan seorang pedemo yang memakinya dalam aksi tolak Undang-undang Omnibus Law 10 November lalu. Padahal, anak di bawah umur itu telah minta maaf secara terbuka, pada 11 September lalu. Kini, Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar juga ikut membantu pendampingan.

“Setelah kita cek data dan surat identitasnya akhirnya kami (KPPAD) ketahui anak ini masih di bawah umur yaitu 17 tahun. Sesuai perlindungan anak dari 0 bulan sampai 18 tahun berlakulah UU Perlindungan Anak dan sistem peradilan pidana anak,” kata Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati Ishak, Jumat (13/11/2020).

Eka mengatakan, identitas terlapor diketahui setelah dia mendatangi kantor KPPAD, Kamis, 12 November 2020. Dia datang didampingi masyarakat guna mendapatkan perlindungan dan pendampingan pascadilaporkan Gubernur ke Polresta Pontianak.

Anak tersebut tak menampik, ada kata-kata tidak nyaman disampaikanya saat aksi.

Sebagai lembaga perlindungan anak, KPPAD memastikan akan membantu. Meski statusnya sebagai pelaku dia tetap korban.

“Pelaku karena melakukan tindakan yang kurang nyaman dan kasusnya dilaporkan. Korban di mana anak ini terlibat dalam satu kegiatan bernuansa politik, yang mana anak di bawah umur dilarang terlibat dalam kegiatan politik,” terangnya.

Selain memberikan pendampingan sosial, KPPAD juga akan memberikan pendampingan psikologis dan hukum. Mereka pun telah menyiapkan pengacara dan telah dikoordinasikan.

“Anak ini kita posisikan dalam perlindungan khusus. Tadi pagi, kita juga telah memeriksa tes urine dan psikologis dan medis, alhamdulilah hasilnya baik,” pungkasnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: