Gubernur Sutarmidji Raih Penghargaan atas Dukungan Kegiatan Strategis Ketenagalistrikan Nasional

SERAHKAN - General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo menyerahkan penghargaan dari PLN ke Gubernur Sutarmidji, Jumat (13/11/2020).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mendapat penghargaan atas dukungan serta kerja samanya dalam kegiatan strategis ketenagalistrikan nasional yang diselenggarakan oleh PLN. Sertifikat penghargaan yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini, diserahkan secara langsung oleh General Manager PLN Kalbar di Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (13/11/2020).

Menurut General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, penghargaan yang diberikan merupakan bentuk apresiasi PT PLN (Persero) kepada Gubernur Kalbar yang telah banyak mendukung program strategis kelistrikan yang dilaksanakan oleh PLN, dengan memberikan banyak saran dan masukan yang sangat bermanfaat bagi kemajuan kualitas layanan kelistrikan di Kalbar.

Bacaan Lainnya

“Penghargaan ini diberikan PLN dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional ke 75 tahun kepada Stakeholder yang selama ini dinilai banyak mendukung program strategis kelistrikan nasional. Salah satunya Bapak Sutarmidji, Gubernur Kalbar,” ungkap Ari.

Sementara itu, Sutarmidji juga mengapresiasi kinerja PLN dalam melakukan pembangunan serta perbaikan mutu layanan kepada masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Kalbar, kami mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan PLN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya di Kalbar melalui keandalan sistem kelistrikan. Saya berharap ke depannya seluruh institusi dapat berkolaborasi dalam mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan di Kalbar,” ujar Sutarmidji.

Selanjutnya Sutarmidji meminta agar pihak PLN secara rutin melakukan kegiatan sosialisasi terkait layanan kelistrikan kepada masyarakat, salah satunya informasi terkait layanan pemasangan baru agar masyarakat tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraih keuntungan.

“Disinyalir masyarakat melakukan peminjaman sejumlah uang kepada institusi lembaga keuangan milik swasta untuk mengajukan pasang baru listrik. Saya khawatir ada oknum yang mengambil keuntungan dengan memanfaatkan kondisi ketidaktahuan masyarakat dalam mengurus proses pasang baru listrik,” kata Sutarmidji.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengevaluasi pembangunan infrastruktur kelistrikan di desa-desa terpencil dimana masih ada beberapa lokasi desa yang sulit dilewati jaringan listrik PLN.

“Untuk itu perlu dicarikan solusi layanan listrik dengan memanfaatkan energi alternatif, seperti solar cell, maupun PLTA berskala kecil yang potensinya dimiliki oleh daerah tersebut,” pungkas Sutarmidji.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *