Mahasiswa Kehutanan Untan Sampaikan Mosi Tak Percaya terhadap Gubernur Kalbar

TUTUP MATA - Massa aksi Fakultas Kehutanan Untan melakukan aksi bungkam dan tutup mata sebagai simbol mosi tidak percaya terhadap penguasa perihal UU Cipta Kerja di Bundaran Digulis Untan, Sabtu (14/11/2020) sore.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Mahasiswa Kehutanan Universitas Tanjungpura menyampaikan mosi tak percaya kepada Pemerintah terkait Undang-undang Omnibus Law UU Cipta Kerja, Sabtu (14/11/2020) sore. Mereka juga mengkritisi langkah Gubernur Kalbar yang inkonsisten menolak UU Omnibus Law.

“Itu salah satu bentuk kekecewaan kami terhadap Gubernur yang pada 9 Oktober 2020 lalu menolak Omnibus Law, namun beberapa hari kemudian malah mendukung untuk diterapkan di Kalbar,” terang Humas Aksi, Akbar Addin Niko Saputro kepada insidepontianak.com.

Bacaan Lainnya

Akbar menyayangkan langkah Gubernur Sutarmidji yang melaporkan salah satu pedemo. Menurutnya, langkah tersebut kurang elegan dilakukan seorang kepala daerah.

“Orang nomor satu di Kalimantan Barat seharusnya bisa memikirkan suatu hal lebih cermat. Menurut kami kurang elegan untuk sekelas Gubernur,” ungkapnya.

Mereka pun konsisten menolak Omnibus Law diberlakukan di Indonesia, dan di Kalbar. Mereka menilai dampaknya sangat membahayakan terhadap lingkungan dan kehutanan.

Dalam aksi tersebut mahasiswa Kehutanan Untan melakukan aksi bungkam dan menutup mata, sebagai representatif terhadap seluruh pemerintah yang berkuasa pada hari ini, yang dinilai hanya menutup mata dan bungkam terhadap segala penolakan yang dilakukan untuk menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Mereka pun memastikan, eskalasi perjuangan akan terus dilakukan apabila tuntutan tidak diindahkan oleh pemerintah yang berkuasa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *