Jurnalis Insidepontianak.com Raih Juara Pertama Lomba Jurnalistik TRANSFORMASI GIZ Jerman dan KEMENPAN-RB

MENANG - Tangkapan layar pengumuman pemenang Lomba Karya Jurnalistik Isu Pelayanan Publik di Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2020, yang digelar TRANSFORMASI GIZ Jerman bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, kemarin.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Jurnalis insidepontianak.com, Andi Ridwansyah menjadi juara pertama dalam Lomba Karya Jurnalistik Isu Pelayanan Publik di Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2020, yang digelar TRANSFORMASI GIZ Jerman bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Prestasi itu diraihnya lewat karya berjudul ‘Pandemi Bikin Pendidikan Siswa Tuli Makin Sunyi’.

Pria kelahiran Pontianak, 3 Desember 1994 itu menjadi salah satu peserta terpilih dari 288 pendaftar dari berbagai penjuru Indonesia. Tema pendidikan disabilitas diangkat karena dianggap masih luput dari perhatian pemerintah.

Bacaan Lainnya

“Harapan saya dengan berita yang saya tulis ini bisa membuat pemangku kebijakan melihat dan memikirkan nasib kawan-kawan penyandang disabilitas. Mereka kelompok minoritas yang harus kita perhatikan agar mendapat perhatian, sehingga pendidikan yang optimal dapat mereka rasakan meski di tengah pandemi,” katanya, Senin (16/11/2020).

Andi Ridwansyah berharap kebijakan dan terobosan layanan pendidikan anak disabilitas ke depan menjadi perhatian pemerintah. Mereka punya hak yang sama dengan anak lainnya.

Sementara itu, mentor Program Isu Pelayanan Publik di Masa Pandemi, Firmansyah mengatakan, tahapan program tersebut diawali dengan pemilihan calon peserta melalui pendaftaran terbuka.

“Terdapat 288 orang yang mendaftarkan diri sebagai kandidat. Setelah pendaftaran ditutup pada 3 Agustus 2020,” katanya.

Pendaftar program tersebut dibagi dalam tiga kelompok yakni, jurnalis pemula, jurnalis warga, dan mahasiswa/ pers kampus. Lamaran pendaftar dinilai setiap fasilitator dan diberikan skor.

“Alhasil, 40 pendaftar diundang untuk menjadi peserta seri pelatihan dalam bentuk webinar. Mereka terdiri dari 20 jurnalis pemula (jurnalis staf dan jurnalis tenaga lepas), 10 jurnalis warga, dan 10 mahasiswa jurusan jurnalistik dan komunikasi,” terangnya.

Setelah seri tujuh kali webinar, juri menilai tiga karya terbaik dari berbagai isu. Juara pertama diraih Andi Ridwansyah kategori jurnalis pemula dari Pontianak, Kalimantan Barat dengan nilai 500. Selanjutnya posisi kedua diraih, Hiswita Pangau, jurnalis warga dari Jayapura, Papua dengan nilai 492,6. Terakhir Harisul Amal, kategori jurnalis mahasiswa dari Banda Aceh, dengan nilai 390.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan mempublikasikan liputan mendalam. Lebih khusus lagi, kepada kawan-kawan peserta yang meraih tiga terbaik, saya harapkan terus semangat untuk tetap menulis,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *