Ditanya Soal Omnibus Law UU Cipta Kerja, Kajot Tak Nyambung

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang nomor urut tiga, Martinus Kajot dan Carlos Djaafara.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang nomor urut 3, Martinus Kajot-Carlos tak nyambung saat menjawab pertanyaan moderator debat Pilkada Bengkayang soal langkah penerapan Omnibus Law UU Cipta Kerja di daerah.

Martinus Kajot dan Carlos malah menjawab soal dampak kemudahan investasi tanpa ada konsep penerapan konkret. Hanya sekadar mengatakan akan mempermudah.

Bacaan Lainnya

“Mempermudah regulasi agar investor mau masuk ke Bengkayang ini menjadi utama yang harus dilaksanakan,” kata Carlos saat debat publik.

Menurutnya, potensi investasi yang bisa dikembangkan di Bengkayang yaitu, bidang pariwisata, pertambangan, dan air mineral. Dengan undang-undang Omnibus Law tersebut, dia meyakini bisa merangsang geliat investasi untuk mengembangkan potensi.

Sementara Kajot, sekadar membaca teks. Menyebut mempermudah investor, membaca visi tak sesuai yang ditanyakan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. Bagaimana milih pemimpin klw semua tak pernah lihat epek kinerjanya selama menjabat selama ini kepada masyarakat …setelah menjabat selalu menghidar diri…